Home Hiburan Yuk Saksikan Mahakarya Legenda Goa Kreo dan Sesaji Rewanda

Yuk Saksikan Mahakarya Legenda Goa Kreo dan Sesaji Rewanda

Warga sekitar berebut gunungan 'sego kethek' makanan tradisional dalam acara sesaji rewandha gua kreo.

Semarang, 11/7 (BeritaJateng.net) – Guna melestarikan Legenda Goa Kreo Pemkot Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan menggelar Mahakarya Legenda Goa Kreo Harmoni Alam dan Budaya.

Acara yang akan digelar dua hari berturut-turut dimulai tanggal 12 s/d 13 Juli 2016 di Pelataran Obyek Wisata Goa Kreo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Dan Akan dibuka oleh Walikota Hendrar Prihadi.

Dimulai sejak Selasa malam (12/6) pukul 19.30 WIB, pagelaran Musical Tari Mahakarya Legenda Goa Kreo ini berupa pagelaran dalam bentuk tarian musical yang memadukan seni drama, seni peran, seni suara, seni musik, seni dekoratif dan tari dipadu dengan tata artistik panggung yang mengisahkan perjalanan Sunan Kalijogo dalam upayanya mencari pilar penyangga/ soko Masjid Agung Demak Bintoro.

Dalam pagelaran ini akan melibatkan 250 penari dan pemusik didukung para crew tata pentas yang profesional dengan melibatkan masyarakat Desa Wisata Kandri Kelompok Sadar Wisata, Komunitas Tirang, Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Kota Semarang, Komunitas Githung Swara, Ngesti Pandowo, Studio Tanah Airku, Kelompok Sadar Wisata, Komunitas Warak Gopak Desa Wisata Kandri Kecamatan Gunungpati, serta Himpunan Mahasiswa Pariwisata dari Kota Yogyakarta, Kota Surakarta, Kota Salatiga dan Kota Semarang.

Dentuman Rampak Bedhug Nur Goa Rupa dan Tarian Penyambutan berupa Nur Gora Rupa dan Tari Rakyat Bambu Kerincing mengawali Mahakarya Legenda Goa Kreo ini. Tarian ini terinspirasi dari tumbuhan Bambu Kerincing yang masih tumbuh di area Goa Kreo. Masyarakat setempat meyakini bahwa tanaman bambu kerincing ini beraroma khas yang konon tumbuh saat Sunan Kalijogo beristirahat dalam upayanya mencari Kayu jati.

Sementara Tarian Penyambutan berupa Tari Nur Gora Rupa dibalut dengan ilustrasi musik perkusi Rampak Bedhug menggambarkan syiar agama islam di Tanah Jawa.

Keesokan, Rabu (13/6) pukul 08.00 acara dilanjutkan Sesaji Rewanda. Diawali dengan kirab replika Kayu Jati Soko Guru Masjid Demak kemudian dilanjutkan dengan kirab 4 gunungan yang terdiri dari Gunungan Buah, Gunungan Kupat, Gunungan Polowijo dan Gunungan Sego Kethek.

Prosesi dilanjutkan pemberian Gunungan buah untuk kera ekor panjang dan pembagian Gunungan Kupat dan Gunungan Sego Kethek untuk pengunjung. (Bj05)