Home Hiburan Wuih.. Vandalisme Yang Positif Ala Komunitas Hysteria  

Wuih.. Vandalisme Yang Positif Ala Komunitas Hysteria  

mural kampung 1 (hendrati)

Semarang, 3/8 (BeritaJateng.net) – Aksi corat-coret vandalisme ditembok dapat dijadikan ke arah yang lebih positif, mencoret atau menggambar dengan aneka makna dituangkan dalam seni mural oleh komunitas Hysteria pada program Pekakota.

“Sebuah program mengembalikan kepedulian masyarakat terhadap sebuah kawasan yang dikategorikan sebuah sejarah, penandaan, dan ketokohan. Kita ambil Kampung Kenari-Purwodinatan tepatnya kapling ikan Pasar Johar,” ucap Oktavia Bagus Prakosa, Koordinator Acara.

Dengan menggandeng kelompok street artist Bring No Clan, dimulailah proses mural dan grafiti pada tembok sebagai ekspresi diri. Mengambil tema Ikan dan Air merupakan bentuk penyesuaian fungsi tempat tersebut sebagai lokasi penjualan ikan. Diambilnya lokasi Purwodinatan dikarenakan termasuk sebagai salah satu kampung tua di kota Semarang, dan masuk dalam kawasan kumuh dan miskin.

“Agar bisa terihat bermakna dan terlihat bersih dan berbudaya, maka mural grafiti kita buat sesuai tematik tempat ini yakni tema Ikan dan Air,” katanya.

Bahkan sebagai penanda tematik, digambar pula burung Kenari yang menandakan daerah tersebut (Jalan) Kenari Purwodinatan.

Ada juga tema lain yang tematik penanda, seperti salah satu seniman bernama Arief ‘Hokage’ Hadinata. Menggarap tema tokoh lokal berupa wajah sang Ketua RT setempat yakni Pak Suwarto selaku Ketua RT 4 RW 2 Purwodinatan Semarang Tengah.

Oktavia juga menjelaskan bahwa dalam menggambar grafiti ini tak asal-asalan, namun juga membutuhkan ide-ide yang bagus dan bercerita. Bahkan ide-ide tersebut perlu menggali data dan pemetaan.

“Tidak asal me-mural dan menggrafiti, kreativitas para seniman dituangkan setelah melalui penggalian data dan pemetaan. Mereka tidak asal menuangkan ide tapi melewati serangkaian diskusi terbatas dan eksekusi artistik,” jelas Oktavia.(BJ06)