Home Hiburan Wuih… Romantisnya Puisi Cinta Walikota Semarang Untuk Istri Tercinta Dihari Ibu

Wuih… Romantisnya Puisi Cinta Walikota Semarang Untuk Istri Tercinta Dihari Ibu

Walikota Semarang Hendrar Prihadi menciptakan puisi cinta untuk istri tercinta Tia Hendi, ia kemudian membacakannya dihadapan kalayak ramai di Taman KB Semarang.

SEMARANG, 22/12 (BeritaJateng.net) – Peringatan Hari Ibu, tidak saja ramai di meme dan status media sosial. Namun, moment yang jatuh pada Kamis (22/12/2016) juga kesempatan bagi bapak-bapak untuk memberikan kejutan pada istri yang juga ibu dari anak yang dilahirkan.

Di Kota Semarang, peringatan hari ibu diwarnai dengan berbagai kejutan. Salahsatunya kejutan diberikan oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi, kepada Krisseptiana atau yang sering dipanggil Tia Hendi.

Bukan di dapur atau di ruang makan, namun kejutan diberikan di depan umum tepatnya di Taman Mentri Supeno atau lebih dikenal dengan Taman KB.

Bermodal buket berisi beberapa untai mawar putih, Hendi sapaan Walikota Semarang, sengaja datangi lokasi acara diskusi peringatan Hari Ibu yang digelar pegiat Kota Semarang. Usai memberi kejutan Hendi melanjutkan tugas ke Balaikota.

“Saya sengaja mampir karena sejak semalam belum kasih ucapa selamat hari ibu kepada istri saya yang juga ibunya anak-anak,” ungkap Hendi usai mengejutkan istri dan puluhan ibu-ibu yang ada di Taman Menteri Supeno, Kota Semarang Jawa Tengah.

“Tadi malam sudah omong jam 12.00 (pukul 00.00) minta dibangunkan mau ucapkan selamat hari ibu. Eh sebelum jam 12.00 saya sudah ketiduran. Dan pagi sekali harus jalan sehat dengan warga jadi baru sempat ucapkan selamat hari ibu buat ibunya anak-anak,” ucap Hendi.

Sambil menyerahkan buket, dan memberikan ciuman sembari mengucakkan selamat hari ibu, Hendi mengaku bangga pada ibu-ibu di Kota Semarang khususnya dan semua ibu di Indonesia.

“Saya ucapkan selamat hari ibu buat ibu-ibu semua yang hadir dalam acara hari ini dan kepada semua ibu-ibu karena dibalik kesuksesan anak karena peran ibu hebat,” ungkap Hendi.

“Sebagai hadiah, saya bacakan puisi berjudul Ibu sebagai terimakasih atas peran ibu semua termasuk ibu saya (almarhum),” ungkap Hendi dengan melanjutkan memba puisi.

Demi waktu yang cepat berlalu, kuakui dosa-dosa yang tak tertebus Di siang dan gulita, pada hatimu yang Kudus betapa telah kutumpahkan air matamu dan juga peluh

Namun, tak satupun kebaikan yang mampu kutempuh sebagaimana kau melakukannya

Masa boleh berganti, waktu pasti berlalu

Engkau ibu

Mulia di mata dunia, Permata di mataku

Terkait kejutan dari suaminya, Tia Hendi mengaku kejutan di Taman KB merupakan jawaban atas rasa penasaranya selama semalam.

“Saya semalam penasaran. Katanya mau ucapkan selamat hari ibu say tunggu-tunggu kok tidak juga ucapkan. Ternyata ini,” ungkapnya menjawab kejutan sang suami.

Sebenarnya, dimoment hari ibu, Tia mengaku sudah mancing suaminya dengan menanyakan kepada anak-anak. Namun, reaksi tidak juga diberikan sang suami.

“Saya mbatin, kayaknya kok ngak ada ucapan. Saya cuba mplipir (mancing lewat anak-anak) dek kok ngak dpt ucapin selamat sampai akhirnya menjalankan tugas sebagai Walikota untuk mengecek pembangunan,” imbuhnya.

Terkait trik menjaga anak-anak, Tia mengaku menggunakan satu cara untuk tetap optimal menjaga anak. Kendati sesibuk apapun mendampingi masyarakat Kota Semarang dan berorganisasi. “Saya membatasi kegiatan maksimal sampai mahrib. Setelah mahrib waktu ya untuk dampingi anak-anak,” tambahnya. (EL)

Advertisements