Home Lintas Jateng Wuih.. Ditemukan Yoni Peninggalan Abad 8 di Sendangmulyo Semarang

Wuih.. Ditemukan Yoni Peninggalan Abad 8 di Sendangmulyo Semarang

BPCB Temukan Yoni Peninggalan Abad 8 di Sendangmulyo

Semarang, 27/8 (BeritaJateng.net) – Balai Peninggalan Cagar Budaya (BPCB) Jateng menemukan benda bersejarah berupa Yoni di Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang. Saat ditemukan, benda yang memiliki nilai sejarah tinggi ini dalam posisi tergeletak terbalik di pinggir Jalan Sendangmulyo Raya dan digunakan untuk meja pedagang pecel. Yoni ditemukan dengan tinggi 65 cm, lebar 80 cm dan panjang 79 cm. Warga sekitar mengira, batu tersebut merupakan bekas nisan kuburan China.

Kismariah pemilik lahan ditemukannya Yoni mengatakan, benda itu dulunya berada di wilayah Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang. Saat ditemukan, dalam posisi terpendam di dalam tanah di dekat Jalan Tol wilayah Tandang. “Sekitar tujuh tahunan lalu diambil suami saya dan ditaruh di dekat rumah. Kami tidak tahu kalau itu Yoni. Kami kira itu nisan makam China,” kata Kismariah yang tinggal di Jalan Sendangmulyo Raya, RT 6 RW 20, Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang.

Dirinya mengaku tak mengetahui jika benda tersebut memiliki nilai sejarah tinggi. Warga sekitar juga mengira benda itu hanya bekas kuburan China yang banyak terdapat di Kelurahan Kedungmundu, Tembalang. “Setelah diangkat, batu itu tergeletak di pinggir jalan. Lalu dimanfaatkan untuk meja pedagang pecel hingga sekarang. Dan posisinya dibalik karena digunakan untuk meja,” katanya.

BPCB Jateng sendiri mengetahui keberadaan benda tersebut dari laporan warga dan para pemerhati benda cagar budaya yang mengupload gambar dengan judul Yoni Gado-gado di blog pribadi mereka. Saat dilakukan pengecekan bersama pihak Kelurahan Sendangmulyo, diketahui ternyata itu merupakan peninggalan abad 8 hingga 11 Masehi. Kondisi Yoni sendiri tak banyak mengalami kerusakan. Hanya posisinya dibalik, dan bagian bawah disemen melekat dengan dengan lantai temat jualan pecel dan bolang-baling.

Ngatno petugas BPCB Jateng mengatakan, dirinya memastikan bahwa benda itu merupakan Yoni, benda cagar budaya yang memiliki nilai sejarah. Meski secara bentuk ditemukan utuh, namun bagian Lingga yang jadi pasangan Yoni tak ditemukan. Dimungkinkan Lingga telah hilang karena bentuknya yang relatif kecil dan terpisah dari Yoni.

Dari struktur batu, Yoni di Sendangmulyo hampir sama dengan yang banyak ditemukan di Kedungsongo, Kabupaten Semarang. Jadi kemungkinan Yoni merupakan peninggalan abad 8 hingga 11 Masehi.

Ke depan pihaknya masih akan mengkaji, apakah harus memindahkan Yoni ke tempat lain atau diletakkan ke museum. “Soal lokasi temuan awal, masih butuh penelitian. Biasanya di lokasi aslinya, akan ada beberapa benda serupa. Ini memiliki nilai sejarah tinggi karena berkaitan dengan sejarah Semarang. Termasuk perkembangan kebudayaan di Kota Atlas,” katanya.

Dari karakter pahatan yang belum halus dan masih sederhana, dimungkinkan Yoni Sendangmulyo memang berusia tua. Memungkinkan pula di wilayah Kecamatan Tembalang masih ada peninggalan serupa yang belum ditemukan, karena wilayah ini merupakan dataran tinggi. “Biasanya di masa lalu, bangunan Yoni dan Candi seperti ini dibangun di daerah tinggi,” katanya.

Lurah Sendangmulyo, Bambang Sri Wibowo yang mendampingi proses pengecekan petugas BPCB Jateng mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada warga yang memberikan informasi tentang keberadaan Yoni tersebut. “Kami juga siap jika Yoni itu harus dipindah ke kelurahan, karena demi keamanan. Apalagi memiliki nilai sejarah tinggi,” katanya.

Febri, Ketua LPMK Kelurahan Sendangmulyo menambahkan, Yoni temuan BPCB Jateng harus segera diselamatkan karena demi keamanan benda itu sendiri. “Takutnya nanti ketemu kolektor dan dijual atau dipindahkan tanpa ada persetujuan,” katanya.(Bj05)