Home Headline Wow.. Uniknya Festival Anggrek Kota Semarang

Wow.. Uniknya Festival Anggrek Kota Semarang

Walikota Semarang membuka Festival Anggrek Kota Semarang
**Angkat Potensi Wilayah agar Lebih Dikenal
SEMARANG, 20/2 (BeritaJateng.net) – Arah pengembangan Kampung Tematik telah membuahkan hasil. Salah satunya dengan digelarnya Festival Anggrek Tingkat Kota Semarang yang ada di Kampung Anggrek Perumahan Griya Mijen Permai Kelurahan Mijen, Minggu (19/2).
Gelaran yang bekerjasama dengan KKN mhasiswa Universitas 17 Agustus Semarang ini memperkenalkan aneka jenis anggrek untuk dipamerkan dan dilombakan yang merupakan hasil budi daya dari warga setempat.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengaku bangga dengan digelarnya Festival Anggrek yang pertama ini. Menurutnya kegiatan ini telah bisa memunculkan potensi wilayah yang ada di kampung tematik di Kampung Anggrek ini.
“Tadi saya tanya warga jika awalnya budi daya anggrek ini dari hobi dengan targetnya mudah-mudahan mampu menjadi bisnis yang bisa meningkatkan dapuir rumah tangga ibu-ibu disini,” katanya usai membuka Festival Anggrek.
Ajang festival anggrek ini kata Hendi,sapaan Walikota, selain sebagai ikon wilayah telah melahirkan potensi ekonomi warga serta menjalin silaturhami antar warga lainnya. Dengan tujuan sebenarnya memperkenalkan kampung tersebut.
festival-anggrek1
“Jadi Kampung Anggrek di Mijen agar Kelurahan Mijen bisa terdengar oleh seluruh warga baik di kota Semarang dan luar semarang agar saat mencari anggrek mereka tinggal datang kesini,” ujarnya.
Disampaikannya, pengembangan kampung tematik setelah secara infrastruktur dikerjakan kemudian akan dilakukan dengan pelatihan, akan diteruskan bantuan modal dari Dinas Koperasi dengan fasilitas pendanaan Kredit Wibawa (wirausaha bangkit menjadi juara).
“Butuh komtmen luar biasa dari warga dan stake holder supaya ini tidak sekedar seremoni saja tapi dikembangkan terus menjadi aktivitas pada masyarakat. Warga bisa memanfaatkan fasilitas Kredit Wibawa, syaratnya mudah asalkan mereka adalah warga domisili Semarang. anggrek-anggrek ini bisa dikembangkan dengan dana bantuan Kampung Tematik dan Kredit Wibawa itu,” paparnya.
Di 2017 Pemkot  Semarang rencananya akan menambah kembali sejumlah 80 titik kampung tematik dengan minimal lima titik kampung tematik di tiap kecamatan. Ia meminta agar Camat membuat struktur organisasi yang jelas antar lurah dan warga tentang kampung tematik, tujuannya memperkenalkan potensi kampung yang bisa memacu ekonomi warga.
“Harapannya ini dimanfaatkan dengan benar, ini membutuhkan partisipasi masyarakat, kalau proyek sih gampang tinggal hasilnya bagus apa tidak. Ada Rp 200 juta dana kampung tematik, sisanya bisa bergotong royong,” tukasnya.
Sementara, Lurah Mijen Bambang Sugiarso mengatakan jika potensi di RW 7 Griya Mijen Permai sebagai Kampung Anggrek telah ada sejak tiga tahun lalu dan hasilnya telah nyata saat ini. Sebanyak 12 RT telah memiliki pengembangan anggrek-angrek untuk dibudi daya.
“Warga sudah bisa mengembangkan, ini menjadi potensi ekonomi warga dan tentunya kami juga kedepan mengembangkan potensi wisata di Kampung Anggrek ini,” katanya. (El)
Advertisements