Home News Update Wow.. Semarang Bakal Miliki 7 Desa Wisata

Wow.. Semarang Bakal Miliki 7 Desa Wisata

Calon wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjajal wahana wisata perahu di desa wisata Kandri.

Semarang, 3/1 (BeritaJateng.net) – Kota Semarang akan segera memiliki destinasi wisata baru seiring dengan akan diajukannya empat desa wisata baru di tahun 2017 ini. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Masdiana Safitri di Balaikota, Selasa (3/1).

Menurutnya, keempat daerah yang diajukan ssebagai desa wisata tersebut adalah Tapak Tugurejo, Jatirejo dan Cepoko di Gunungpati, serta Kedungpane, dan Jatibarang di Kecamatan Mijen.

“Kami sangat mendukung penuh kepada desa yang ingin berkembang menjadi desa wisata,” terangnya.

Dijelaskan, pihaknya juga siap memberikan pendampingan bahkan bantuan anggaran jika memang perlu dilakukan. Namun demikian, calon desa wisata ini sebelumnya harus benar-benar memiliki spot dan destinasi yang bisa dijual kepada wisatawan dan terus dikembangkan.

Diakuinya, pengembangan atau penambahan desa wisata bukan hanya menjadi tugas dinas ataupun pemerintah saja. Keberadaan desa-desa wisata ini dipastikannya akan mampu mendongkrak sektor pariwisata kota.

“Sudah diajukan, saat ini masih diverifikasi oleh Bappeda, mungkin tahun sepan sudah bisa jalan jika memang lolos verifikasi,” katanya.

Dengan demikian, Pemkot nantinya akan memiliki tujuh desa wisata karena sudah ada tiga desa wisata yang sudah ditetapkan melalui SK Walikota Semarang. Ketiga desa wisata tersebut adalah Kandri dan Nongkosawit di Gunungpati serta Wonolopo di Mijen.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komunitas Remaja Prenjak Eko Nugroho mengakui jika potensi terbesar desa wisata Tapak adalah di destinasi mangrove. Terlebih di Semarang saat ini belum ada spot mangrove yang digarap serta dikelola secara serius.

“Kami sudah bertahun-tahun mengelola mangrove ini mulai dari penataan lahan, penyedian sarana wisata hingga hasil olahan mangrove,” tuturnya.

Diakui, mangrove ini sebelumnya dikelola secara swadaya oleh masyarakat yang peduli terhadap dengan gagasan awal mencegah terjadinya abrasi didaerah tersebut. Walaupun hanya dikelola secra swadaya, tahun ini saja sudah ada setidaknya 4 ribu wisatawan yang datang untuk berkunjung.

Karena besarnya animo wisatawan, akhirnya warga pun diajak turut serta untuk berpartisipasi salah satunya dengan memberdayakan pemuda serta ibu-ibu PKK agar mau membuat kerajinan tangan seperti souvenir, kuliner dan yang lainnya.

“Kami menyediakan estimasi biaya paket wisata mulai dari Rp45 ribu-Rp150 ribu,” jelasnya. (El)

Advertisements