Home Lintas Jateng Wow Rumah Apung Bakal Dibangun di Tambaklorok Semarang

Wow Rumah Apung Bakal Dibangun di Tambaklorok Semarang

Walikota Semarang Hendrar Prihadi meninjau lokasi proyek pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok Semarang

Semarang, 30/8 (BeritaJateng.net) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun balai apung untuk tempat pertemuan warga yang bersifat “mobile”, bergerak di atas permukaan air.

“Kalau untuk balai apung, ini teknologi pertama yang dibangun di Indonesia,” kata Ketua Tim Strategi Penerapan Wahana Apung Modular Kementerian PUPR Dimas Hastama Nugraha di Semarang.

Ia menjelaskan sebelumnya teknologi apung itu digunakan untuk pembangunan jembatan di Cilacap yang menghubungkan ke Pulau Nusakambangan, kemudian untuk “breakwater” (pemecah gelombang).

Menurut dia, pengenalan bangunan dengan teknologi apung dengan luas sekitar 150 meter persegi plus 50 meter persegi untuk “gangway” itu merupakan solusi di kawasan yang rawan terkena rob.

“Kebetulan di kawasan Tambaklorok, Semarang, mengalami ‘land subsidence’ yang sangat tinggi, sekitar 11-13 centimeter/tahun. Jadi, warga di sini terus menguruk tanah (lahan. red.),” katanya.

Namun, kata dia, dengan teknologi apung memungkinkan untuk membangun bangunan di atas permukaan air, salah satunya yang diperkenalkan Kementerian PUPR dengan pembangunan balai apung tersebut.

“Lantai satu bisa digunakan untuk ruang pertemuan warga. Kami sudah musyawarahkan (dengan warga, red.), sementara untuk lantai dua digunakan untuk perpustakaan, ruang baca, dan sebagainya,” katanya.

Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan balai apung tersebut, kata dia, diperkirakan sekitar Rp1 miliar, termasuk perencanaan sejak awal yang semua biayanya ditanggung oleh Kementerian PUPR.

Untuk kebutuhan listrik, Dimas menjelaskan dicukupi oleh panel tenaga surya, dilengkapi sistem sanitasi dengan teknologi biofilter sehingga limbah yang dibuang sudah bersih atau tidak tercemar.

“Instalasi bersihnya diolah sendiri oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman PUPR. Sistem sanitasi sudah dengan biofilter. Jadi, limbahnya sudah melewati ‘septictank’ biofilter,” katanya.

Saat ini, balai apung itu masih dalam proses pembangunan dengan pemasangan konstruksi dan dalam dua bulan ke depan sudah rampung sehingga bisa digunakan oleh warga untuk aktivitas kemasyarakatan.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang pada kesempatan itu meninjau pembangunan balai apung mengatakan fasilitas itu sangat membantu warga karena bisa dipakai untuk pertemuan.

“Ini kan baru ‘pilot project’ yang menarik untuk mengatasi kekumuhan. Kalau warga sangat membutuhkan, kami akan meminta tambahan rumah apung kepada Kementerian PUPR,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Bahkan, Hendi mengatakan tidak menutup kemungkinan Pemerintah Kota Semarang akan membangun fasilitas serupa untuk solusi mengatasi permasalahan rob dengan mengalokasikan dari APBD Kota Semarang. (Bj05)

Advertisements