Home Lintas Jateng Wow Para Santri Tuna Netra Ini Belajar Ngaji Dengan Al Quran Braile

Wow Para Santri Tuna Netra Ini Belajar Ngaji Dengan Al Quran Braile

IMG_20150621_110733_20150622105229465

Semarang, 22/6 (BeritaJateng.net) – Membaca Al Quran di bulan suci Ramadhan sangat dianjurkan bagi umat islam. Namun apa jadinya jika para penyandang tuna netra juga berkeinginan belajar membaca Al Quran.

Ya.. Komunitas Sahabat Mata Semarang berinisiatif membantu sesama muslim penyandang tuna netra dengan mengajarkan ilmu membaca Al Quran Braile.

Pengelola Komunitas Sahabat Mata, Basuki menjelaskan, Komunitas Sahabat Mata sejak 2008 telah mengajar tuna netra mengaji menggunakan Al Quran Braille.

“Alhamdulillah di tahun 2010 sudah bisa rutin setiap ramadhan untuk tadarus dan mendirikan pesantren Sahabat Mata dengan mengajarkan membaca Al Quran Braille,” ucapnya.

Sekretariat Komunitas Sahabat Mata yang berlokasi di Perumahan Jatisari Asabri Blok D6 no. 35 Mijen Semarang telah memiliki koleksi beberapa Mushaf Al Quran Braille meskipun masih beberapa Juz. Meskipun begitu, pihaknya mengaku masih terkendala dengan biaya untuk membeli Al Quran Braille.

Menurut Basuki, Pengelola Komunitas Sahabat Mata, koleksi Al Quran Braille yang dimiliki dalam format Hijaiyah braille, sehingga para penyandang tunanetra dapat belajar mengaji mudah.

“Mushaf berukuran sekitar 10cm per juz, berisi lembaran kertas putih yang terdapat kode braille dengan berat sekitar 100 kg jika terkumpul hingga 30 Juz,” katanya.

Saat ini Basuki bersama rekannya Shofyan mengajar para penyandang tuna netra dalam pesantren ramadhan yang rutin di gelar saben tahunnya. “Ada sekitar 50-an santri tunanetra yang ikut belajar mengaji Al Quran Braille, mereka berasal dari berbagai daerah seperti Jepara, Kudus, Wonosobo, Bandung, Jakarta bahkan hingga Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

Dari segi harga satu Juz Al Quran Braille bernilai sekitar Rp. 1,8 juta belum termasuk ongkos kirimnya. Selain itu, kendala lain yakni minimnya para pengajar.

“Dulu cuma 10 santri, lalu meningkat menjadi 20 dan sekarang lebih dari 500 kawan tuna netra yang ingin belajar membaca Al Quran Braille. Kami selalu membuka pesantren setiap ramadhannya, jadi silahkan saja teman-teman datang kesini untuk belajar mengaji,” tambah Basuki.(BJ06)