Home News Update Women Gathering Conference 2016 Berjalan Sukses

Women Gathering Conference 2016 Berjalan Sukses

Ungaran, 4/7 (BeritaJateng.net) – Dalam sejarah penciptaan umat manusia, Allah telah menciptakan perempuan setara dengan laki-laki, dengan predikat khusus sebagai penolong. Penolong dalam arti membantu menyediakan apa yang berguna untuk mencapai tujuan.

Untuk itu, digagaslah acara dimana Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan dia, laki-laki dan perempuan. Keduanya sama memiliki tulang dan daging, dan memiliki status yang sama di hadapan Allah secara moral dan spiritual Ketika Tuhan menciptakan perempuan, Ia menjadikan dia penolong dan pendamping laki-laki.  

“Sekarang ini jumlah perempuan di Indonesia hampir separuh (49,7%) dari jumlah keseluruhan penduduk, suatu jumlah yang besar ini merupakan potensi produktif dan aset bagi bangsa apabila didukung dengan kualitas tinggi,” ujar Ningsih, Koordinator Wanita LPMI.

Tetapi hasil survey yang dilakukan, ada banyak hal yang memprihatinkan, yakni: 193.000 – 272.000 perempuan menjadi pelacur, 30 persen PSK berumur dibawah 18 tahun, sekitar 100.000 diperdagangkan tiap tahunnya lembar fakta tentang eksploitasi seks komersil dan perdagangan anak, UNICEF 2003.‎ 

“Sekitar 100.000 perempuan diperdagangkan, salah satunya dengan kedok TKI. Kehamilan di luar nikah dan aborsi terus meningkat, 313.403 menjadi anak jalanan pada 2015. LGBT (Lesbian Gay Bisex Transgender) yang makin berkembang dengan 119 Organisasi LGBT didirikan di 28 provinsi di Indonesia, tinjauan analisa oleh USAID, 1.095.970 gay yang diestimasi oleh Kemenkes tahun 2012,” tambahnya.

Karena itu perlu diupayakan program-program peningkatan kesadaran perempuan bahwa dirinya merupakan ciptaan yang mulia dan berharga, serta memberdayakan potensi yang Allah berikan untuk berkarya bagi sesama.

“Perempuan harus terus menerus diperlengkapi, sehingga mampu menjadi agen-agen perubahan yang positif. Dalam rangka meningkatkan peran kaum perempuan di keluarga, masyarakat dan bangsa, kita mengembangkan ‘Women Movement’,” tambah Ibu Ningsih Hariyanto.

Women Gathering

Visi  dari gerakan ini menurut Ningsih adalah mempermuliakan Allah dengan jalan membantu terjadinya transformasi kehidupan diantara kaum perempuan, sedangkan Misinya Membangun Gerakan diantara kaum perempuan dengan memberdayakan potensi dan pengaruhnya, serta membangun jejaring diantara kelompok perempuan dalam setiap tatanan yang ada, dalam rangka terciptanya transformasi pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa.

Perempuan adalah multitasker, didalam dirinya ada banyak peran yang harus dijalankan diantaranya sebagai  pribadi yang unik, penolong yang setara dengan kaum laki-laki, ibu bagi anak-anaknya, perempuan karier, dan peranannya dalam masyarakat.

Dalam melaksanakan peran rangkapnya, seorang perempuan harus tetap menjaga agar dapat dilaksanakan secara seimbang dan tetap waspada terhadap tawaran nilai- nilai dunia yang merusak nilai-nilai rohani yang Allah berikan dalam hatinya.

Panggilan untuk menjadi garam dan terang merupakan suatu panggilan universal yang juga berlaku bagi kaum perempuan.  

“Allah ingin agar orang-orang disekitar kita juga dapat mengalami kasih dan pengampunan Allah melalui nilai-nilai dan karakter kristiani yang kita pancarkan suatu panggilan dalam menjalankan peran rangkap kita,” tambahnya.

Dengan bergandengan tangan bersama-sama disertai penyerahan hidup kepada Kristus, kaum perempuan dapat lebih dinamis dan proaktif sebagai garam dan terang dan “Become an Inspiring Women”, itulah yang menjadi Thema Women Conference 2016 yang sudah terlaksana dengan baik pada tanggal 16 – 18 Juni 2016 di Wisma “Elika” Bandungan, diikuti oleh 150 peserta dari 11 kota. Acara ini dibuka dengan sambutan Ibu Siti Atiqoh, istri Gubernur Jawa Tengah, yang diwakili oleh Prof.Ir. Dwi Sunarti, Wakil Ketua III PKK, Propinsi Jawa Tengah. 

“Inspiring Women” tersebut diturunkan dalam sub-sub Thema sebagai berikut:

Head : Melangkah menuju pembaharuan budi, melalui cara berfikir yang benar akan membentuk positif self concept sehingga menghasilkan ide-ide dan gagasan-gagasan yang inovatif dan kreatif.

Pemimpin perempuan kristen hendaknya mengembangkan cara berfikir yang benar, kritis, smart dan relational. Karena kecenderungan perempuan adalah berfikir jangka pendek dan apa yang ada di sekitarnya.

Women Gathering

Pemimpin perempuan kristen hendaknya memiliki Integritas pribadi sehingga menjadi seorang good stewardship. Sub Thema ini disampaikan oleh Ibu Maimunah Natasha, Dewan Pembina Nasional Haggai Institute, Jakarta

HEART – Memelihara hati sebagai hamba. Kemampuan berfikir relational dan sistematis yang menghasilkan gagasan-gagasan yang inovatif dan kreatif tanpa disertai karakter dan attitute yang baik, seorang perempuan akan sulit menjalankan fungsinya sebagai multi-tasker.

Pemimpin perempuan Kristen hendaknya memahami dan meyakini bahwa karakter, kepribadian, dan jiwa adalah keindahan yang utama bagi Allah, lebih daripada kecantikan jasmani. Sub Thema ini disampaikan oleh Ibu Linda Bustan, Dosen Universitas Petra, Surabaya dan dr. Maria Widhowati, Praktisi Pelayanan Perempuan Bandung.

HAND – Memahami kodrat dan panggilan hidup seorang perempuan. Setiap perempuan memiliki keunikan dan keindahannya masing-masing untuk memuliakan Allah dan melaksanakannya sesuai keunikan  setiap pribadi. Pemimpin perempuan kristen hendaknya memahami keunikan dan keindahannya, mengembangkan keahliannya dan menerapkannya secara praktis. Sub Thema ini disampaikan oleh Bapak Paulus Hariyanto, Direktur LPMI Wilayah Jawa Tengah&DI Yogyakarta dan Bapak Valentino Napitupulu, Designer Nasional

HEALTH – Memiliki Kecerdasan Emosional yang matang dalam menjalankan fungsi dan memberi pengaruh. Kesehatan memang bukan segalanya namun segalanya tanpa kesehatan akan sia-sia. Pikiran yang inovatif dan kreatif, serta penerapan dari keunikan pribadi, tidak akan berdampak maksimal tanpa bimbingan emosi.

Karena itu, emosi sebagai pemberian Tuhan perlu disadari, dikenali, dikendalikan dan dikembangkan dalam rangka menyelaraskan diri dengan kepentingan-Nya. Pemimpin perempuan kristen hendaknya memiliki   kecerdasan emosional yang matang sehingga menghasilkan kebaikan bagi dirinya dan sesame. Sub Thema ini disampaikan oleh Dr. Tri Astuti, Dosen dan Praktisi Pelayanan Perempuan.

Di hari terakhir, semua peserta berkesempatan mengunjungi para wanita di Bandungan dan sekitarnya, itu merupakan pengalaman yang menyenangkan dimana mereka dapat mempraktekan langsung dalam menjadi inspirasi bagi sesama wanita yang lain.

“Pengusaha Wanita, Profesi dan juga seluruh elemen yang ada dalam organisasi kamipun, kami minta untuk hadir ikut mendukung suksesnya acara ini,” tambah Gouw Ivan Siswanto.

Lebih lanjut Ivan mengatakan, Pengusaha Wanita, Profesi dan juga seluruh elemen yang ada dalam organisasi hadir ikut mendukung suksesnya acara ini. (BJ)

Advertisements