Home Lintas Jateng Wisatawan Diimbau Tidak Berenang di Pantai

Wisatawan Diimbau Tidak Berenang di Pantai

kegiatan wisata
Kegiatan wisata di pantai
Kegiatan wisata di pantai

Cilacap, 16/2 (BeritaJateng.net) – Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Cilacap mengimbau wisatawan untuk tidak berenang di pantai selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta karena berpotensi terjadi gelombang tinggi.

“Wisatawan harus tetap waspada terhadap kemungkinan terjadi gelombang tinggi terutama di wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas,” kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Senin.

Dia mengatakan bahwa tinggi gelombang maksimum di perairan selatan Jateng-DIY pada Senin (16/2) diprakirakan sedikit mengalami penurunan jika dibanding beberapa hari sebelumnya yang mencapai 2,5 meter di wilayah pantai dan 3 meter di Samudra Hindia selatan Jateng-DIY.

Sementara tinggi gelombang maksimum pada hari Senin (16/2) diprakirakan mencapai 2 meter di wilayah pantai dan 2,5 meter di samudra.

Kendati demikian, dia mengatakan bahwa tinggi gelombang 2 meter itu berbahaya bagi wisatawan yang nekat berenang di pantai.

Menurut dia, penurunan tinggi gelombang tersebut akibat pengaruh dua daerah pusat tekanan rendah, yakni di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat yang mencapai 1.000 milibar dan di daratan Australia bagian utara yang mencapai 1.003 milibar.

“Kekuatan dua daerah pusat tekanan rendah itu saling tarik-menarik sehingga berdampak pada penurunan tinggi gelombang. Kalau nantinya ada satu daerah pusat tekanan rendah yang melemah hingga akhirnya hanya ada satu, tinggi gelombang diprakirakan akan kembali meningkat,” katanya.

Menurut dia, daerah pusat tekanan rendah yang berada di barat daya Jawa cenderung menguat karena posisinya di samudra.

Bahkan, kata dia, daerah pusat tekanan rendah di Samudra Hindia barat daya Jawa Barat tersebut lebih dulu muncul sehingga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang beberapa hari sebelumnya.

Sementara itu, seorang wisatawan asal Kroya, Kabupaten Cilacap, Oka Permana Subagyo (13) dilaporkan hilang setelah tenggelam di Pantai Widarapayung pada Minggu (15/2) dan hingga saat ini masih dalam pencarian.

Koordinator Badan “Search and Rescue Nasional Pos SAR Cilacap Mulwahyono mengatakan bahwa sebelum dinyatakan hilang, korban yang tercatat sebagai warga Desa Kedawung RT 01 RW 04, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, diketahui sedang mandi di Pantai Widarapayung bersama dua rekannya, yakni Alfa Robi (13), warga Desa Kedawung RT 01 RW 04, Kecamatan Kroya, dan Jefri Setiawan (13), warga Desa Gading RT 03 RW 07, Kecamatan Kroya, pada hari Minggu (15/2), sekitar pukul 13.30 WIB.

Saat asyik mandi di pantai, kata dia, tiba-tiba datang gelombang tinggi yang langsung menghantam tubuh tiga wisatawan itu.

Menurut dia, dua wisatawan dapat diselamatkan sedangkan satu orang lainnya dinyatakan hilang, yakni Oka Permana Subagyo.

Setelah menerima informasi dari anggota Widarapayung Surfing Club terkait wisatawan yang tenggelam tersebut, lanjut dia, pihaknya segera memberangkatkan tujuh personel Basarnas beserta peralatan pertolongan di air menuju ke tempat kejadian.

“Sampai sekarang, kami masih melakukan penyisiran pinggiran pantai sekitar 5 kilometer ke arah barat dan timur. Kami juga memberi info ke nelayan apabila melihat jasad korban agar dievakuasi,” katanya.

Ia mengatakan bahwa operasi pencarian korban tenggelam di Pantai Widarapayung melibatkan Basarnas Pos SAR Cilacap, Widarapayung Surfing Club, Cilacap Rescue, Polsek Binangun, dan nelayan setempat. (ant/BJ)

Advertisements