Home Headline Wisata Museum Lawang Sewu Semarang Tutup

Wisata Museum Lawang Sewu Semarang Tutup

Lawang sewu Semarang

SEMARANG, 22/6 (BeritaJateng.net) – Pasca penutupan delapan ruas jalan di Kota Semarang selama 24 jam oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang hingga dua pekan kedepan untuk memutus penyebaran virus Corona di Kota Semarang, pihak pengelola tempat wisata juga diminta Pemerintah untuk menutup operasionalnya mulai Selasa (22/6/2021).

Salah satunya tempat wisata Museum Lawang Sewu Semarang. Pihak pengelola masih menunggu keputusan resmi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang.

Manager Museum Lawang Sewu dan Indonesia Railway Museum, Trisna Cahyani mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu keputusan resmi penutupan dari Pemerintah kota Semarang.

“Kami manut keputusan dari pemerintah kota, informasi penutupan memang belum resmi. Pengelola wisata diminta untuk tutup,” katanya, Selasa.

Namun, kata dia, untuk waktunya, penutupan itu belum ditentukan sampai berapa lama. “Kami masih menunggu  keputusan resminya sampai berapa hari lamanya penutupan operasional tersebut. Tadi saya tanyakan, masih dirapatkan oleh Pemerintah Kota, untuk informasi resminya penutupan nanti akan disampaikan,” imbuhnya.

Setelah pihaknya memperoleh informasi secara resmi penutupan Museum Lawang Sewu, nantinya pengumuman itu akan ditempelkan digerbang pintu masuk museum Lawang Sewu dan melalui media sosial.

Adapun untuk tingkat kunjungan di Lawang Sewu saat ini belum pulih. “Untuk jumlah pengunjung di sini turun dari kondisi normal, sebab pangsa pasar Lawang Sewu mengandalkan pengunjung dari luar kota. Ini baru mulai agak ramai, ternyata diminta besok tutup lagi,” ucapnya.

Adapun rata-rata pengunjung pada weekday di Lawang Sewu ada 300-500 orang. Dan weekend sekitar 1000-1300 orang.

Harapan dia, Pemkot Semarang tidak sampai menutup operasional secara total. Sebab, imbasnya cukup signifikan berdampak pada pendapatan museum maupun para guide yang mengandalkan pemgunjung di Lawang Sewu.

“Kalau tidak tutup, minimal ada pendapatan untuk menutup biaya operasional yang harus dipenuhi. Sebab, ada biaya perawatan yang juga sebagai gedung cagar budaya yang butuh perbaikan secara telaten,” harapnya.

Meski begitu, prinsipnya pihaknya akan mengikuti kebijakan yang dibuat Pemerintah Kota Semarang terkait penutupan tempat wisata.

Pihaknya selama ini, menerapkan prokes seperti penyemprotan rutin desinfektan tiap hari di area Lawang Sewu. “Penyemprotan desinfektan tiap hari kami laksanakan, selain itu untuk mengatur jumlah pengunjung. Sehingga tidak terlalu padat di dalam,” katanya.

Sementara itu, masih banyak pengendara yang melewati Jalan Pahlawan yang akan melintas ke Jalan Imam Barjo dibuat kecele. Sebab arus lalu lintas menuju ke Jalan Imam Barjo itu tersebut ditutup yang berlaku selama 24 jam.

Ruas jalan ini merupakan salah satu dari delapan ruas yang ditutup. Nampak, hanya satu sisi ruas jalan yang ditutup. Sehingga di ruas jalan lainnya masih terbuka sehingga bisa dilintasi kendaraan roda dua maupun empat keluar masuk dari dua arah yang berlawanan.

“Iya, belum tahu kalau ruas Jalan Imam Barjo ditutup dari simpang Jalan Pahlawan, jadi saya terpaksa harus memutar arah agak sedikit jauh,”kata Anang, salah satu pengendara.

Seperti diketahui, adapun ruas jalan yang ditutup Pemkot mulai Jumat (18/6/2021) – Jumat (2/7/2021) yaitu Jalan Gemah Raya (dari Simpang Brigjen Sudiarto – Kedungmundu Raya), Jalan Letjen Soeprapto Kota Lama (dari Simpang Cendrawasih – Jalan Mpu Tantular), Jalan Ngesrep Timur V (dari simpang Jalan Setiabudi atau Patung Diponegoro),  Jalan Imam Barjo (dari Simpang Jalan Pahlawan – Simpang Jalan Singosari Raya),  Jalan Klampisan Raya ( dari Simpang Jalan Prof Hamka – Simpang Jalan Srikraton Tengah),

Jalan Supriyadi ( dari Simpang Jalan Soekarno Hatta – Jalan Brigjend Sudiarto),  Jalan Lamper Tengah Raya (dari Simpang Brigjend Sudiarto – Jalan Tentara Pelajar ) dan  Jalan Suratmo Raya (dari Simpang Abdurrahman Saleh – Jalan Simongan. (Ak/El)