Home Hiburan Wisata Kopi Banaran Tempat Favorit Mengenal Kopi

Wisata Kopi Banaran Tempat Favorit Mengenal Kopi

Wisata Kopi Banaran Tempat Favorit Mengenal Kopi
Pekerja memilah biji kopi terbaik.

Bawen, 19/8 (BeritaJateng.net) – Tempat Wisata Kopi Banaran yang dikelola oleh PTPN 9 berlokasi di Dusun Banaran, Desa Gemawang Kecamatan Jambu, kabupaten Semarang, Jawa Tengah, merupakan lokasi yang favorit untuk mengenal pengolahan Kopi secara langsung.

Tempat Wisata Kopi Banaran para pengunjung dapat menikmati Kopi khas Banaran, selain itu dapat juga melihat secara langsung proses pembuatan kopi melalui kebunnya hingga akhir pengemasan.

Memetik biji kopi.
Memetik biji kopi.

“Banaran Kopi memiliki luas sekitar 352 hektar dan dapat menghasilkan sekitar 360 ton kopi,” ungkap Joyo, selaku Sinder Tekhnik PTPN 9.

Ia juga menyampaikan bahwa Tempat Wisata Banaran Kopi para pengunjung akan diajak melihat proses pemetikan kopi hingga proses menjadi kopi bubuk.

“Di sini kita ajak para pengunjung untuk dapat melihat secara langsung proses pemetikan kopi, pemilihan biji kopi, proses pengeringan Kopi, pengelupasan kulit kopi, sortir, rosting hingga packing,” terangnya.

Biji kopi kering digiling menjadi serbuk kopi.
Biji kopi kering digiling menjadi serbuk kopi.

Lanjutnya, dari perjalanan awal memetik kopi dikebun kemudian akan dibawa ke gudang untuk proses pencucian dan penyaringan biji terbaik. Selanjutnya biji kopi tersebut dikering atau disebut dengan bahasa belanda “Viisdryer” menggunakan tungku besar, dan viisdyer ini mampu mengeringkan biji kopi hingga 70 ton.

Setelah proses pengeringan biji kopi tersebut masuk dalam ruang masson atau sortir dengan pemisahan biji kopi dan kulit kopi yang tak terpakai. Usai itu biji masuk kedalam proses roasting dengan menggunakan mesin roaster.

Sementara itu salah seorang pekerja sortir bernama Riwayati, sangat teliti dan seksama terlihat memisahkan biji kopi dengan kulit sisa.

“Ini sedang memisahkan menir dan kembung mas, jadi memilih dan  mensortir biji kopi dan kulit kopi yang rusak,” ungkapnya sambil menyortir bersama ibu-ibu pekerja lainya.

Selanjutnya, Joyo juga menambahkan bahwa di wisata banaran kopi ada sekitar 130an pekerja jika dipabrik, dan pekerja dikebun bisa mencapai 700 orang jika terjadi panen raya.

“Jika di pabrik ada sekitar 130an pekerja, dan jika di kebun bisa mencapai 700an pekerja saat panen raya terjadi,” tambahnya.(BJ06)