Home Headline Wawalikota: Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual Oknum Satpol PP

Wawalikota: Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual Oknum Satpol PP

Wakil wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mendatangi Polrestabes Semarang mengawal kasus kekerasan seksual.

Semarang, 2/3 (Antara) – Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan kasus dugaan pelecehan asusila yang menimpa perempuan anggota satuan polisi pamong praja (PP) setempat akan diusut tuntas.

“Saya sudah minta Pak Cahyo (Kepala Inspektorat Kota Semarang, red.) sudah melakukan penyelidikan. Ini masih berproses dan saya pasti kawal sampai tuntas. Ini bukan masalah sepele,” katanya di Semarang, Rabu.

Kronologis dugaan pelecehan seksual itu terjadi saat para anggota satpol PP yang direkrut lewat jalur “outsourcing” mengikuti kegiatan caraka linmas di kawasan Gedongsongo, Kabupaten Semarang, 3-4 Februari lalu.

Di dalam kegiatan itu, ada sesi “jurit malam” yang mengharuskan setiap peserta berjalan sendiri menyusuri rute di malam hari dan saat itulah terjadi dugaan pelecehan seksual oleh rekan sesama pegawai “outsourcing”.

Dua anggota satpol PP yang menjadi korban dugaan pelecehan saat ini sudah menyerahkan kepada kuasa hukum untuk menangani kasus itu, dan mereka juga sudah mengajukan laporan resmi ke Inspektorat Kota Semarang.

Dari pengakuan kedua korban, sebenarnya ada tujuh korban yang mengalami perlakuan yang sama yang dilakukan K, rekannya sesama pegawai “outsourcing” di Satpol PP Kota Semarang, namun lima korban takut melaporkan.

“Tadi, saya barusan ketemu langsung dengan tujuh korban ini untuk klarifikasi. Saya ingin tahu dari mereka sendiri, tidak dari ‘katanya ini’, ‘katanya itu’. Jadi, biar semuanya jelas,” kata Ita, sapaan akrab Hevearita.

Berdasarkan pengakuan tujuh korban, kata dia, perlakuan yang diterima bervariasi karena ada yang sudah menjurus ke pelecehan seksual, ada yang belum, tetapi pelakunya sama dan dicatat di berita acara pemeriksaan (BAP).

“Kami berkomitmen untuk mengawal dan memonitor penyelidikan kasus ini agar secepatnya bisa diambil keputusan. Nanti, terduga pelakunya juga akan kami klarifikasi. Minggu depan, saya pastikan sudah ada keputusan,” tegas Ita.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Semarang Cahyo Bintarum membenarkan sudah memanggil tujuh korban dugaan pelecehan seksual itu, termasuk memeriksa terduga pelaku yang berdasarkan pemeriksaan dipastikan tunggal.

“Ya, kami juga butuh keterangan saksi-saksi lain. Namun, ini sebenarnya sudah tahap akhir penyelidikan. Nanti Senin (6/3), kami akan selesaikan laporan pemeriksaannya untuk diserahkan kepada Bu Wawali,” katanya.

Mengenai kemungkinan sanksi yang akan diberikan, Cahyo mengaku belum bisa menyampaikan karena masih dalam tahapan penyelidikan, tetapi sanksi terberat yang bisa dijatuhkan adalah pemecatan atau pemutusan kontrak.

“Kebetulan, yang bersangkutan ini (terduga pelaku, red.) berstatus pegawai ‘outsourcing’, bukan pegawai negeri sipil (PNS). Jadi, tidak perlu memakai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53/2010 tentang Disiplin PNS,” pungkasnya. (El)

Advertisements