Home News Update Waspadai Pemilih ‘Hantu’, PPDP: Jangan Duduk di Meja Saja

Waspadai Pemilih ‘Hantu’, PPDP: Jangan Duduk di Meja Saja

DEMAK,  21/1 (BeritaJateng.net) – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwas) Kabupaten Demak, Jateng, meminta KPU Demak mewaspadai adanya pemilih ‘hantu’ pada Pilkada Jateng.

Berdasarkan pengalaman pada pemilihan – pemilihan sebelumnya, warga yang sudah meninggal dunia masih tercatat dalam daftar pemilih atau pemilih ‘hantu’.

Untuk itu, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih ( PPDP) sebagai kepanjangan KPU, harus bekerja sesuai standard operasional (SOP) yang ada, dengan memanfaakan pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih secara maksimal.

Menurut Khoirul Saleh, Ketua Panwas Demak, data orang meninggal dunia yang disampaikan oleh Kemendagri, jarang dilaporkan oleh pihak desa ke Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Demak. Hal itulah yang memicu terjadinya pemilih ‘hantu’.

“Tidak semuanya desa itu tertib. Terkadang, pihak desa tidak melaporkan warganya yang sudah meninggal dunia ke Dinas Dukcapil, ” kata Khoirul , seusai acara coklit petugas PPDP di rumah Bupati Demak M Natsir, Kelurahan Bintoro RT RT 2 RW 3 , Kecamatan Demak Kota, Sabtu (20/1/2018).

Petugas PPDP sebagai ujung tombak dilapangan, sambung Khoirul, harus benar – benar mendatangi setiap pemilih dan memastikan bahwa orang tersebut ada dan tercatat sebagai pemilih.

“PPDP harus turun langsung ke lapangan, jangan hanya melakukan pekerjaan diatas meja, atau di rumah saja. Pokonya, jangan sampai ada data ganda maupun pemilih ‘hantu’,” tandasnya.

Terpisah, Mahmudi Ketua KPU Demak, menuturkan, untuk mendukung coklit pemilih pada Pilkada Jateng, KPU Demak menerjunkan sebanyak 1876 PPDP. Mereka yang direkrut merupakan orang orang pilihan dari beragam jenis profesi, seperti guru, tokoh masyarakat , wiraswasta dan karyawan swasta.

“Mereka ini (PPDP) ujung tombak kita dalam coklit pemilih. Selama sebulan bekerja hanya mendapat honor Rp. 500.000 sebulan. Jadi memang orang – orang pilihan yang bekerja dengan ikhlas,” kata Mahmudi.

Secara nasional, coklit dilakukan serentak mulai hari ini, 20 Januari – 18 Februari 2018. Adapun setiap PPDP minimal melakukan pendataan dan coklit minimal lima rumah.

“Coklit mulai hari ini. Targetnya minimal lima rumah. Nantinya bisa menghasilkan 1876 kali lima rumah. Jumlahnya bisa ribuan pemilih,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Demak, M Natsir, meminta agar warga pro aktif saat didatangi petugas coklit dan jangan sampai memberikan data yang tidak benar, karena ini untuk menentukan pembangunan lima tahun kedepan.

“Sebaiknya warga pro aktif saat ada petugas coklit, sehingga data sebagai pemilih nantinya benar benar valid,” tuturnya. (Bj/El)