Home Ekbis Waspadai Minuman Kemasan Tanpa SNI

Waspadai Minuman Kemasan Tanpa SNI

Ilustrasi
Ilustrasi
ilustrasi

 

Pekanbaru, 14/11 (Beritajateng.net) – Kementerian Perdagangan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peredaran air minum dalam kemasan tanpa label Standar Nasional Indonesia karena dapat membahayakan kesehatan.

“AMDK yang dimaksud adalah diproduksi dalam kemasan gelas, botol, dan galon. Tentu saja, AMDK ini memiliki ketentuan tersendiri dan harus memenuhi standar yang telah ditetapkan sesuai dengan SNI 01-3553-2006, untuk bisa dikonsumsi dengan aman,” kata Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo di Pekanbaru, Jumat seperti dikutip Antara.

Sebelumnya Dirjen memimpin Tim Terpadu Pengawasan Barang Beredar (TPBB) yang merupakan perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kemendag, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, Mabes TNI Angkatan Darat, dan Bareskrim Mabes Polri, serta Badan Intelejen Negara (BIN) telah melakukan operasi barang beredar di sejumlah lokasi di Pekanbaru.

Sebelumnya beberapa masyarakat mengeluhkan sejumlah air kemasan keluaran pabrik dan air isi ulang yang tidak steril karena mengandung kotoran seperti lumut dan cemaran logam serta lainnya.

“Untuk air isi ulang yang diproduksi berbagai pelaku usaha juga harus mendapat pengawasan san memiliki sertifikasi standarisasi,” katanya.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No.907 Tahun 2002 tentang Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum, beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi air untuk layak konsumsi, baik secara fisik, kimia maupun mikrobiologi salah satunya adalah dari segi fisik, air harus tidak berbau; tidak berasa; tidak berwarna; serta tidak boleh keruh.

Kemudian dari segi kimiawi, air minum itu boleh mengandung cemaran logam, tetapi harus sesuai dengan kadar maksimum yang telah ditetapkan. Cemaran logam dimaksud seperti timbal (Pb); tembaga (Cu); Cadmium (Cd); Raksa (Hg); Perak (Ag) dan Cobalt (Co). Sedangkan dari segi mikrobiologinya, air minum sama sekali tidak boleh mengandung cemaran mikrobiologi.

“Jika produk air mineral memiliki salah satu yang dilarang tersebut, maka tidak akan mendapatkan sertifiasi layak dari pemerintah,” katanya. (Ant/pj)