Home Lintas Jateng Waspadai Daerah Rawan Tindak Kejahatan

Waspadai Daerah Rawan Tindak Kejahatan

image

Blora, 9/4 (Beritajateng.net) –Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, telah terjadi dua pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian di rumah warga. Masyarakat Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, di beberapa titik wilayah setempat rawan terjadi tindak kejahatan, utamanya jambret dan pencurian.
Suhari, warga Desa Kentong Kecamatan Cepu, mengungkapkan, titik jalan yang rawan terjadi jambret adalah sepanjang Jalan Lapangan Terbang yang melewati tiga desa, yakni Desa Mulyorejo, Desa kentong dan Desa Kapuan. “Beberapa hari lalu, kabarnya juga terjadi lagi penjambretan. Korbannya pedagang sayuran yang hendak pergi ke pasar saat dini hari,” katanya.

Namun, menurut Suhari, korban tidak melaporkan kejadian tersebut pada polisi. “Entah kenapa saya juga tidak tahu,” ungkpanya.

Dia menambahkan, kejadian serupa sering terjadi pada tahun lalu, dan tempatnya hampir sama. Lokasi yang sering terjadi penjambretan, kata Suhari, berada di antara sawah-sawah yang sepi penduduk dan minim penerangan. “Di situ para penjambret dengan leluasa melakukan aksinya,” kata dia.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Kecamatan Cepu, Sholechan Mohtar. Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan telah terjadi tiga kali pencurian. “Baik dilakukan pada malam hari maupun siang hari,” timpalnya.

Dia menjelaskan, pencurian tersebut terjadi pada salah satu rumah waga Desa Mulyorejo, yang akhirnya satu orang pelaku tertangkap. Kemudian, pencurian kendaraan dinas berupa sepeda motor plat merah di halaman parkir Kantor Kecamatan Cepu, serta pencurian sepeda motor di halaman puskesmas Cepu.“Sebenarnya sepanjang jalan Cepu-Randublatung rawan terjadi penjambretan. Kerabat saya sendiri pernah menjadi korban,” ungkap dia.

Meski demikian, lanjut dia, secara umum Cepu masih aman. “Kalau melihat rentetan peristiwa itu, dibutuhkan relawan informasi swakarsa,” kata dia.

Pasalnya, dengan jarak waktu tindak kejahatan yang tidak terlalu lama, termasuk sering terjadinya penjambretan saat dini hari, menurut Sholechan, salah satunya disebabkan karena menurunnya intensitas siskamling di lingkungan masyarakat.“Serta kepedulian masyarakat terhadap informasi dini juga sangat minim,” kata dia. (BJ31)