Home Headline Waspada Uang Palsu, Tiga Pengedar Upal Di Bekuk Polisi

Waspada Uang Palsu, Tiga Pengedar Upal Di Bekuk Polisi

Ke tiga tersangka pelaku pengedar upal, saat diinterogasi petugas polisi di halaman Mapolres Kendal, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Jumat (10/7).
Ke tiga tersangka pelaku pengedar upal, saat diinterogasi petugas polisi di halaman Mapolres Kendal, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Jumat (10/7).
Ke tiga tersangka pelaku pengedar upal, saat diinterogasi petugas polisi di halaman Mapolres Kendal, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, Jumat (10/7).

Kendal, 10/7 (BeritaJateng.net) – Jelang lebaran hari raya Idul Fitri yang tinggal hitungan hari lagi, peredaran uang palsu makin marak terjadi dibeberapa daerah. Di Kendal tiga pelaku pengedar uang palsu ditangkap anggota Polres Kendal dengan barang bukti sejumlah Rp 36 Juta uang palsu pecahan 50 ribuan dan 100 ribuan, Jumat  (10/7).

Dari pengakuan tersangka, menjual uang palsu sebanyak  Rp. 9 juta dengan uang asli Rp. 3 juta. Tidak hanya itu saja, tersangka juga mengaku menjual uang palsu yang sudah laku terjual hampir sebanyak Rp. 60 juta.

Ke tiga (3) pengedar uang palsu ini ditangkap jajaran Reskrim Polres Kendal, saat petugas mendapat informasi dari masyarakat. Kemudian petugas melakukan penyamaran dengan cara mencoba memsan dan membeli uang palsu tersebut.

Ternyata jebakan yang dipasang petugas terbukti, dan pelaku akhirnya dapat ditangkap saat melakukan transaksi disebuah kompleks lokalisasi di Gambilangu Kecamatan Kaliwungu. Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan lebih dari 36 juta uang palsu pecahan 50 ribu dan 100 ribu.

Sedangkan, Tiga tersangka pengedar uang palsu yang ditangkap yakni, Asia Bekti warga Wonodri Sendang Kota Semarang, Kukuh Sugiarto warga Candisari Kota Semarang dan Turiah Sesti warga Purbalingga.

Turiah Sesti salah satu tersangka mengatakan uang palsu ini didapat dari seseorang yang mengaku warga Demak dengan cara membeli secara paket. Satu paket uang palsu sebanyak 10 juta dibeli dengan harga Rp. 2,5 juta uang asli.

Kemudian oleh tersangka uang tersebut dijualnya lagi dengan sistem satu banding tiga yakni Rp  1 juta  uang asli akan mendapatkan tiga juta uang palsu. Bahkan tersangka juga mengaku, sudah tiga kali membeli paket uang palsu.

“Pertama membeli satu paket, kemudian membeli lagi dua paket dan terakhir membeli tiga paket,” kata Turiah kepada petugas.

Sementara itu,  jumlah total uang palsu yang sudah diedarkan tersangka saat ini mencapai 60 juta, pembelinya selain dari wilayah Jawa Tengah juga sudah terjual ke seorang di Kalimantan. “Uang palsu tersebut kemudian saya jual dengan imbalan komisi RP 500 ribu perpaket,” imbuh tersangka.

Kapolres AKBP Widi Atmoko SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kendal, IPTU Fiernando Andriyansah mengatakan, para tersangka ini termasuk jaringan besar pengedar uang palsu. “Terbukti sudah lebih dari 60 juta uang palsu berhasil di edarkan di sejumlah wilayah hingga Kalimantan,” katanya.

Uang palsu pecahan 50 ribu dan 100 ribu ini, jika dilihat hampir mirip dengan uang asli. Uang palsu ini tidak dicetak dengan printer, namun disablon dan dicetak dengan mesin sehingga mirip dengan uang asli.

“Bahkan nomor seri pada uang palsu ini tidak sama yang membedakan hanya jenis kertas yang lebih halus jika dipegang. Kami himbau agar masyarakat mewaspadai terhadap peredaran uang palsu, khususnya menjelang lebaran. Kenali ciri-ciri uang asli, dengan cara 3D,  diraba, dilihat dan diterawang,” ujar Kasat Reskrim.

Atas kasus tersebut, tersangka bakal dikenakan pasal 245 KUHP Jo Pasal 26 ayat 3 Joo Pasal 36 UURI No 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau kurungan. (BJ019)