Home Lintas Jateng Waspada Hujan dan Guntur di NTT

Waspada Hujan dan Guntur di NTT

hujan-dan-petir
Ilustrasi

Kupang, 5/2 (Beritajateng.net) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kupang mengingatkan masyarakat mewaspadai curah hujan yang mulai tinggi disertai guntur di wilayah NTT seperti terjadi Kamis siang hingga sore di Kota Kupang dan sekitarnya.

“Masyarakat diingatkan untuk waspada dengan curah hujan yang mulai tinggi disertai guntur dan kilat bahkan berpotensi menyebabkan banjir dan mengancam nyawa,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang Juli Setiyanto, di Kupang, Kamis.

BMKG katanya sedang memantau hujan yang saat ini yang mulai terjadi pada siang hingga malam hari di beberapa tempat dengan intensitas sedang hingga lebat (20 mm hingga diatas 50 mm per hari) dan diperkirakan berlangsung sepekan ke depan.

“Dari pantauan kami untuk sepekan ke depan, potensi hujan dari sedang hingga lebat akan terjadi merata di seluruh wilayah kepulauan itu,” katanya.

Ia mengatakan meratanya intensitas hujan di wilayah NTT karena konsentrasi awan di wilayah Sumatera bagian Selatan yang memanjang hingga ke Nusa Tenggara termasuk NTT melewati Pulau Jawa,” katanya.

Selain itu, katanya juga mengatakan di wilayah Indonesia Timur seperti Kalimantan bagian utara berpotensi hujan sedang hingga lebat. Sedangkan wilayah lain seperti Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan diperkirakan memiliki intensitas hujan sedang terutama siang hingga sore hari.

“Kita imbau masyarakat agar waspada terhadap guyuran hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” katanya.

“BMKG sebelumnya memprediksi bahwa puncak hujan di daerah sekitar kawasan Timur Indonesia termasuk NTT berkisar antara Januari hingga Februari 2015, bahkan kemungkinan ini akan masih berlangsung hingga Maret 2015,” katanya.

Dia mengatakan, terdapat kemungkinan terjadi cuaca ekstrem selama puncak hujan berlangsung, namun hal tersebut belum masuk dalam kategori membahayakan. Meski demikian, perlu waspada terhadap angin kencang, awan gelap, kilat dan petir, banjir hingga tanah longsor.

Karena pada saat itu curah hujan diperkirakan 300–500 milimeter per bulan, namun kemungkinan meningkat juga ada,” kata dia.

Dia mengimbau masyarakat untuk lebih siaga, terkait perubahan cuaca, dengan meningkatnya curah hujan di Provinsi berbasiskan kepulauan ini selama tiga bulan ke depan.

Karena katanya bisa membahayakan pengendara kendaraan bermotor, jalan menjadi licin, jarak pandang terbatas, selain itu genangan air, menutup lokasi jalan berlubang, sehingga menjadi penyebab kecelakaan.

Selain itu, curah hujan yang tinggi juga dikhawatirkan akan meningkatkan potensi terjadinya banjir di beberapa tempat “langganan” banjir di daerah itu.

Masyarakat hendaknya bersiap-siap, yang perlu diperbaiki, sebaiknya dilakukan dari sekarang, sehingga dapat mencegah kerugian yang ditimbulkan,” ucapnya.

Khusus untuk lintar pelayaran dan penerbangan di Kupang dan sekitarnya pihak BMKG sejak awal Januari telah mengeluarkan imbauan dan peringatan untuk waspada terhadap gelombang tinggi dan awan kumulonimbus terbentuk karena adanya penguapan air laut yang hangat dengan cepat.(ant/bj02)