Home Headline Wartawan Gadungan Diciduk Polisi Usai Peras Pengusaha Toko Besi

Wartawan Gadungan Diciduk Polisi Usai Peras Pengusaha Toko Besi

Sunardi (48) mengaku wartawan media Bhayangkara dan memeras pengusaha
Sunardi (48) mengaku wartawan media Bhayangkara dan memeras pengusaha
Sunardi (48) mengaku wartawan media Bhayangkara dan memeras pengusaha.

Semarang, 9/6 (BeritaJateng.net) – Diduga memeras pengusaha toko besi ‘T” yang berlokasi di Jalan MT. Haryono, tiga orang yang mengaku wartawan diamankan  Unit Reserse Umum (Resum) Sat Reskrim Polrestabes Semarang. 

Mereka adalah Sunardi (48), Malik (34) dan seorang lagi yang bertindak sebagai driver. Dari tangan tersangka petugas mengamankan uang tunai sebesar Rp 2,5 juta.

Dari informasi yang diperoleh, para pelaku sudah berkali-kali datang ke Toko Besi “T” tersebut. Dan pada saat kejadian Senin (8/6) siang, para pelaku kembali mendatangi toko besi ‘T” tersebut untuk menakut-nakuti kalau toko besi tersebut mempunyai pelanggaran soal pajak.

Untuk menutup pelanggaran itu, para pelaku meminta uang kepada pengusaha Toko Besi “T” sejumlah Rp 150 juta. Tapi tidak diberi dan para pelaku akhirnya diajak makan bersama di Rumah Makan Mbok Berek, setelah makan mereka lantas di beri amplop yang berisi Rp 2,5 juta.

Sialnya, sesaat setelah menerim uang, para pelaku ditangkap petugas yang kebetulan sedang melakukan patroli. Ketiganya digelandang ke Mapolrestabes Semarang guna penyelidikan lebih panjut.

Kepada petugas Sunardi mengaku wartawan Bhayangkara dan satu tersangka mengaku sebagai LSM.

“Wartawan itu tugasnya mencari berita, dan menengahi kalau ada orang bermasalah,” ujar Sunardi saat ditanya seputar tugas wartawan.

Sunardi menjelaskan, terinspirasi menjadi wartawan karena terpengaruh seorang temannya, bahwa wartawan itu kenal pejabat-pejabat.

“Sudah empat bulan jadi wartawan, awalnya saya pengen karena tawaran temannya bernama AG. Dia bilang kalau jadi wartawan bebas kena tilang, dan kenal banyak pejabat-pejabat,” jelasnya. 

Selain mengamankan uang, polisi juga menyita kartu pers warna hitam bertuliskan Pers Media Bhayangkara dan surat tugas.

Terpisah anggota LSM yang mengaku bernama Malik membantah memeras pengusaha itu, hanya meminta keterangan penguasaha itu karena dia sedang mengusut pelanggaran pajak yang dilakukan pemilik.

“Saya hanya mengusut kasus pelanggaran pajak. Karena pajak toko itu tidak sesuai dengan yang dilaporkan ke kantor pajak,” ujar Malik. (BJ04)