Home Lintas Jateng Warga Tolak Pembangunan Gedung MTA

Warga Tolak Pembangunan Gedung MTA

image
Aparat kepolisian dan TNI melakukan penjagaan pembangunan gedung MTA yang mendapat penolakan warga sekitar, Kamis (11/12). (BJ/DP)

Grobogan, 11/12 (Beritajateng.net) – Puluhan warga menghentikan dan menolak pembangunan gedung Majlis Tafsir Al-Quran (MTA) di Kelurahan Kalongan RT 02 RW 01, Kecamatan Purwodadi. Hal itu dilakukan dengan cara memaksa sejumlah buruh bangunan keluar dari lokasi proyek, Kamis (11/12) siang.

Aksi warga dilatari belum adanya izin mendirikan bangunan (IMB) dari pihak MTA. Selain itu, warga juga menolak keras keberadaan gedung MTA di lingkungan Kelurahan Kalongan. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, aparat kepolisian dan TNI berjaga-jaga di lokasi.

Guna meredam amarah warga, akhirnya dilakukan audiensi antara perwakilan warga dengan pengurus MTA Grobogan. Audiensi juga dihadiri Kasat Intelkam Polres Grobogan AKP Sutamto dan Kepala Kelurahan Kalongan Nyamin.

Dalam audiensi tersebut, warga tetap bersikeras meminta pembangunan gedung dihentikan. Sedangkan pihak MTA akan berusaha melanjutkan pembangunan dengan melengkapi persyaratan terlebih dahulu.Pembangunan diketahui sudah dimulai sejak akhir tahun 2011 silam. Namun awalnya, warga mengira bangunan tersebut tidak untuk gedung MTA, melainkan untuk sarana olahraga.

“Setelah mengetahui rencana tersebut, kami pun protes dan pada 21Januari 2013 lalu sudah disegel oleh Satpol PP. Lha kok ini mau dibangunlagi. Padahal IMB saja belum memiliki. Jelas warga menolak. Apalagi dari awal mulai dibangun sudah mencederai hati warga dengan menipu dan berbohong terkait fungsi gedung. Ditambah soal dakwah MTA,” keras salah seorang warga, Misbah (50), dalam audiensi. 

Sementara itu, salah seorang pengurus MTA Grobogan, Purwanto (60), mengakui jika pembangunan gedung MTA di Kelurahan Kalongan belum dilengkapi IMB. Pihaknya sudah berusaha mengurusnya, tetapi terkendala warga sekitar yang enggan membubuhkan tandatangan. Jamaah dan pengurus MTA memang sengaja memulai pembangunan lagi lantaran tidak adanya kepastian dari Pemkab setempat terkait permasalahan tersebut.

“Dulu sudah digelar audiensi di tingkat kabupaten. Tapi menurut kami tak ada penyelesaian. Jika aqidah maupun dakwah yang disoalkan warga, apa alasannya? Karena selama ini MTA tidak pernah melakukan dakwah dengan cara mempengaruhi orang di luar MTA. Kami hanya ingin mengetahui alasan pasti dari warga terkait penolakan keberadaan MTA khususnya gedung ini. Jamaah MTA juga warga Negara yang memiliki hak sama dengan warga lain padavumumnya. Saya yakin ini hanya berbeda faham,” tegas pensuinan TNI ini.

Kasat Intelkam Polres Grobogan AKP Sutamto mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait termasuk warga dan pengurus MTA di tingkat kabupaten. Menurutnya, persoalan yang menyangkut agama sangatlah riskan jika tidak segera terselesaikan. Dalam waktu dekat, permasalahan akan diselesaikan dengan cara musyawarah.

“Jika sudah menyangkut agama, jelas sensitif dan harus diselesaikan dengan baik dan bijak. Meski bukan ranah kami untuk menindak, namun pihak MTA memang melanggar Perda Grobogan Nomor 4 Tahun 2012 tentang retribusi perizinan tertentu yang didalamnya mengatur tentang IMB. Masalah dakwah, itu juga bukan ranah kami,” tandasnya. (DP/pj)