Warga Pleburan Jaga Tradisi Nyadran dan Resik Kubur

    Semarang, 2/4 (Beritajateng.net) – Sebuah adat tradisi turun temurun sudah selayaknya untuk dijaga oleh para generasi penerus. Seperti yang dilakukan warga Kelurahan Pleburan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, yang Sabtu sore tadi (02/04/2021) melaksanakan tradisi Resik – resik kubur dan sekaligus tradisi Nyadran. Disampaikan oleh Kepala Kelurahan Pleburan, Sigit Yuda Rifai, bahwa tradisi resik – resik kubur dan Nyadran Sabtu sore ini, dilakukan di salah satu makam di wilayah Kelurahan Pleburan, yaitu Pemakaman Umum Sukolilo. “Warga dan LPMK Kelurahan Pleburan, bergotong royong melaksanakan kerja bakti membersihkan areal pemakaman, setelah sebelumnya diawali dengan doa bersama yang dipimpim pemuka agama setempat,” jelas Sigit saat ditemui di lokasi kerja bakti.(Sabtu 02/04)

    Beberapa warga, kemudian melakukan tradisi Nyadran dan mendoakan leluhur mereka. “Warga juga kemudian melaksanakan tradisi Nyadran, ini dilakukan setiap tahunny menjelang bulan suci Ramdhan. Mereka datang ke makam pendahulunya dan mendoakannya,” tambah Sigit.

    Tradisi Nyadran inilah yang terus dijaga kelestariannya oleh warga, agar tak terkikis oleh budaya baru yang banyak masuk ke Indonesia ini. (BJ/NG)