Home News Update Warga Minta Pemkot Solo Kembalikan Jalur Seperti Semula

Warga Minta Pemkot Solo Kembalikan Jalur Seperti Semula

Salah satu spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA).

SOLO, 24/5 (BeritaJateng.net) – Ratusan warga Kecamatan Laweyan, Solo, menolak kebijakan manajemen lalu lintas SSA (Sistem Satu Arah) yang digagas Pemerintah Kota Solo untuk mengurai kemacetan dengan memblokir jalan untuk menggelar sholat Hajat berjamaah 2 rekaat, Senin (23/5/2016) malam.

Selain menggelar Sholat Hajat warga juga memasang spanduk penolakan Sistem Satu Arah (SSA) yang bernada perlawanan politis. Diantaranya memprotes kebijakan sistem satu arah yang dirasa merugikan masyarakat. Kemacetan justru terjadi di beberapa titik.

Menurut ustad Mohammad Ali, pengasuh pondok pesantren Ta’mirul Islam, Laweyan, Solo dalam orasinya menyampaikan pemberlakuan SSA yang gadang-gadang bisa menjadi solusi kemacetan tidak ada hasilnya. Justru banyak masyarakat yang dirugikan.

“Kami minta Pemkot Solo selama 24 jam, agar sistem satu arah yang diberlakukan di tiga jalan di Kecamatan Laweyan dikembalikanp seperti semula,” jelasnya di Solo Jawa Tengah.

Bagyo (58) salah satu warga Laweyan mengaku usaha yang sudah dirintisnya selama lebih dari 15 tahun terancam gulung tikar karana kebijakan yang tidak memihak rakyat kecil.

Sejak diberlakukan penerapan sistem satu arah pembeli semakin sepi. Pembeli tidak mau berhenti, pengendara banyak yang ngebut, seringkali kebablasan. Dan jika ingin balik harus memutar dengan jarak lumayan jauh.

“Dengan kebijakan tersebut warun saya makin sepi. Apa Pemkot memikirkan dengan kerugian yang saya derita,” ucap Bagyo.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta memberlakukan sistem satu arah (SSA) di tiga ruas jalan, yaitu, jalan Rajiman, jalan Agus Salim, Jalan Perintis Kemerdekaan.

Namun warga merasa kebijakan tersebut merugikan banyak pihak, terutama warga yang tinggal di sekitar jalan yang diberlakukan Sistem Satu Arah (SSA). (Bj24)

Advertisements