Home Headline Warga Keluhkan Pembangunan Gedung di Jalan Pandanaran

Warga Keluhkan Pembangunan Gedung di Jalan Pandanaran

bangunan

Semarang, 20/2 (BeritaJateng.net) – Pembangunan sebuah gedung bertingkat di jalan Pandanaran di keluhkan warga RT 03 RW 01 Kelurahan Pekuden Semarang Tengah. Protes warga berkaitan dengan minimnya alat keselamatan terutama jaring pengaman yang seharusnya di persiapkan oleh pihak kontraktor.

Akibat dari itu beberapa rumah warga yang tepat berada dibawah gedung yang tengah dibangun itu, mengalami kerusakan.

Meski tidak memakan korban jiwa, dengan kejadian yang berulangkali tersebut merugikan warga setempat yang kebetulan rumahnya terletak persis di belakang bangunan apartemen itu.

Dari keterangan Minarso (46), warga setempat, hampir sejak dilakukan pembangunan gedung apartemen dan kondotel mini ini, dia dan keluarganya tidak bisa tidur nyenyak karena sering mendengar suara keras benda jatuh dari atas.

Benda jatuh tersebut merupakan material bangunan yang menimpa atap rumahnya.

“Ukuran material yang jatuh itu dari kecil sampai yang ukuran besar seperti besi, helm, kayu dan lainnya. laaah itu yang bikin genteng rumah saya pecah dan berlubang,” katanya sembari memegang puing-puing bangunan yang jatuh menimpa rumahnya.

Dikatakan Minarso, sampai saat ini pihak pemilik bangunan belum mau bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan dari pembangunan gedung. Meskipun dirinya sudah melaporkan kepada pelaksana proyek.

Kejadian yang sama juga dialami oleh warga lain, Lukito. Diirnya mengaku terganggu dengan suara keras hampir setiap hari dan beberapa material yang hampir setiap hari jatuh menimpa rumahnya.

“Mereka kerja 24 jam non stop, itu bikin keluarga kami was-was dan dihantui rasa khawatir kalau sewaktu-waktu tertimpa benda keras dari gedung yang sedang dibangun. Kami sudah lapor sama orang proyek tapi tidak ditanggapi. Sebagai orang kecil kami ngaku pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.

Jika pihak pemilik maupun kontraktor tak memperhatikan dalam hal keselamatan dengan cara memasang jaring pengaman, warga khawatir material yang jatuh ke rumah warga nantinya akan memakan korban luka maupun nyawa.

Selain meminta ganti rugi kerusakan rumah, warga juga berharap pemilik maupun kontraktor memasang alat pengaman yang lebih memenuhi syarat keamanan.

Saat dikonfirmasi, pihak pemilik bangunan, Sales Consultant Manager pengembang bangunan tersebut, Harry Setiawan mengatakan pada saat awal pembangunan semua warga sekitar sudah dikumpulkan dan diberikan kompensasi.

“Ya udah kalau kayak gitu warga membuat surat tertulis saja ke pihak kontraktor, karena kita sudah menyerahkan proyek pembangunan apartemen itu kepada kontraktor. Kita merupakan pengembang,” ujarnya secara singkat.
buy zoloft online salempregnancy.org/wp-content/languages/new/zoloft.html no prescription

(Bj05)