Home Headline Warga Jetis Sulap Lorong Jadi Wisata Edukasi Sembari Sosialisasi 3M

Warga Jetis Sulap Lorong Jadi Wisata Edukasi Sembari Sosialisasi 3M

178
Warga Jetis Sulap Lorong Jadi Wisata Edukasi Sembari Sosialisasi 3M

BLORA, 22/10 (BeritaJateng.net) – Kepala Kelurahan Jetis Aris Widodo, mengajak warga mengubah lorong menjadi wisata edukatif ditengah Pandemi Covid 19.

Wisata itu diberi nama wisata Tilik Jetis. kini setelah di sulap menjadi sebuah wisata edukatif yang asri, setiap Sabtu dan Minggu ramai di kunjungi warga.

Tempatnya berada ditengah kota, sebelah kanan Kelurahan Jetis, Kecatan Blora Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Namun pengunjung yang datang wajib menerapkan protokol kesehatan. Wajib untuk memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun serat menjaga jarak, menghindari kerumunan.

Kalur Jetis, Aris Widodo mengatakan, Wisata Tilik Jetis ramai dikunjungi warga di akhir pekan. Banyak warga yang datang untuk melihat budidaya tanaman hidroponik dan Budidaya Ikan Dalam Ember (Didaber) serta hasil karya UMKM warga Jetis. Seperti pot dari limbah yang dibungkus anyaman bekas bungkus kopi, kerajinan ,sovenir, dan masker buatan warga yang harganya terjangkau.

“Didaber ini merupakan inovasi baru cara menanam sayur sekaligus budidaya ikan dalam ember. Ikan-ikan ditaruh dalam ember atasnya ditanami sayuran. Jadi bisa panen sekaligus,” ucap Aris, Kamis (21/10/2020).

Pihaknya pun menekankan agar pengelolaan wisata yang booming sekitar 6 bulan ini tetap mengutamakan protokol kesehatan. Terlebih lokasi wisata berada di tengah kota.

“Saya sudah mengingatkan agar warga menjalankan aturan kesehatan melalui 3M. Kita tidak ingin ramainya wisata ini justru menjadi pemicu penularan Covid -19 di Blora,” ungkapnya.

Sementara itu, Joko Trilaksono, ketua RT 5 RW 2, Kelurahan Jetis mengungkapkan, Penerapan protokol kesehatan telah dijalankan sejak wisata ini mulai ramai dikunjungi warga.

“Mulai Maret kemarin begitu ramai banyak yang datang kita langsung jalankan Prokes. Di pintu masuk kita siapkan tempat cuci tangan, dan tiap pengunjung kita minta wajib memakai masker. Jika ada yang tidak bawa masker, kita sudah sediakan tempat membeli masker yang harganya terjangkau,” ungkapnya. (Her/El)