Home Lintas Jateng Warga Desa Tanjungkarang Junjung Kerukunan Umat Beragama  

Warga Desa Tanjungkarang Junjung Kerukunan Umat Beragama  

Camat dan Kepala Desa membuka selubung nama makam.

Camat dan Kepala Desa membuka selubung nama makam.

Kudus, 5/4 (Beritajateng.net) -Masyarakat Desa Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kanupaten Kudus, kini bisa bernapas lega. Pasalnya, di desa yang penduduknya beragam agama ini, telah memiliki makam Kristen Arimatea. Peresmian nama makam Kristen Arimatea tersebut dilakukan oleh Camat Jati, Suharso, Minggu (5/4).

Dalam sambutannya Suharso menegaskan, keberadaan makam Kristen diatas lahan seluas kurang lebih 2000 meter persegi ini, bukan berarti di Desa Tanjungkarang terjadi ketidak rukunan antar umat beragama. Menurutnya, keberadaan makam tersebut sudah ada sejak dirinya masih anak-anak.

”Seperti dikatakan Kepala Desa Tanjungkarang, keberadaan lahan pemakaman umat kristiani ini sudah ada sejak kami masih kecil. Jadi, tidak terjadi secara tiba-tiba,” jelasnya.

Ditambahkan, melalui Surat Keputusan Kepala Desa Tanjungkarang bernomor 141/09/III/2015 tentang pengesahan pengurus dan pengleolaan Makam Kristen Arimatea, pihaknya berharap bisa segera dimanfaatkan untuk pengajuan sertifikat. Intinya, pemerintah siap memfasilitasi keperluan administrasi untuk proses penerbitan sertifikat makam.

Sementara itu menurut Kepala Desa Tanjungkarang Sumarno, keberadaan makam Kristen bukan berarti pihak desa senaja memisahkan antar umat beraga dalam hal pemakaman. Menurutnya, keberadaan makam sudah ada sebelum dirinya menjadi kepala desa.

”Semangat mengadakan makam ini adalah para sesepuh dan pinisepuh desa. Sejauh ini kerukunan umat beragama di desa Tanjungkarang berjalan baik dan bisa saling menghormati. Bahkan, di desa ini juga berdiri Klenteng tertua di Kudus dan tidak menjadi persoalan,” tegasnya.

Sebelum ada makam Arimatea, lanjutnya, umat kristiani warga Desa Tanjungkarang yang meninggal dunia tidak ada persoalan tentang pemakaman. Pasalnya, Pemkab Kudus telah menyiapkan dua makam umum yang luasnya sangat memadai untuk pemakaman warga Kabupaten Kudus.

Sedangkan menurut pengurus makam Budi Santoso, dengan diresmikannya makam Kristen ini menandakan bahwa kerukunan  umat beragama di Desa Tanjungkarang berjalan harmonis. Dia juga menegaskan, keberadaan makam tersebut tidak ada niatan untuk memisahkan diri.

”Kita tinggal meneruskan apa yang sudah dirintis oleh para sesepuh desa yang tentunya mempunyai tujuan yang mulia,” paparnya.

Makam yang sudah ada sejak tahun 1970-an ini, sebelumnya kondisinya tidak terawat. Mulai tidak memiliki akses jalan untuk masuk, tergenang banjir yang akhirnya digunakan anak-anak untuk lapangan bola.

Menurut salah seorang warga desa setempat Alex Sutrisno (54), keberadaan makam Kristen ini sebagai bukti kepedulian pemerintah desa, BPD, maupun tokoh masyarakat ikut memikirkan saudaranya penganut nasrani. Kemajemukan penduduk Desa Tanjungkarang dari suku dan  agama,bisa hidup berdampingan dalam kedamaian.

”Pada hakekatnya, dihadapan Tuhan YME semua manusia sama tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan,” pungkasnya. (BJ12)