Home Lintas Jateng Warga Demo dan Ancam Lapor KPK Terkait Proyek Underpass

Warga Demo dan Ancam Lapor KPK Terkait Proyek Underpass

Aksi demo yang di gelar warga mendesak KPK usut proyek Underpass
Aksi demo yang di gelar warga mendesak KPK usut proyek Underpass
Aksi demo yang di gelar warga mendesak KPK usut proyek Underpass


Sukoharjo, 30/4 (BeritaJateng.net) – Pasca banjir yang membuat  underpass Makamhaji tergenang setiap hujan turun  membuat warga yang tergabung dalam aksi  Rakyat Mendukung Jokowi (RPJ) menyatakan sikap dengan menggelar aksi di sepanjang underpass Makamhaji.

Pasalnya proyek underpass Makamhaji ini bukannya bermanfaat namun justru membuat air tanah yang merupakan sumber air bersih yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat disekitar underpass justru tersedot oleh mesin pompa air yang dipasang di lokasi underpass agar air tidak menggenang.

Hasilnya saat musim kemarau tiba, sumur milik warga menjadi kering karena setiap hari air tanah terus disedot. Sehingga masyarakat sekitar membuat tandon air untuk memenuhi kebutuhan warga yang diisi oleh PDA saat musim kemarau.

Rakyat Mendukung Jokowi (RPJ) dalam orasinya menuntut agar Jokowi bisa melakukan pengusutan secara tuntas terhadap PT KAI yang bertanggungjawab terkait pembangunan underpass Makamhaji yang mengabiskan dana Rp.  27 M.

Sahroni, Koordinator Aksi RPJ menjelaskan jika selama ini proyek underpass justru  membuang air bersih setiap harinya.  Air yang disedot setiap harinya  bisa memenuhi kebutuhan air bagi daerah-daerah yang membutuhkan air bersih.

“Bayangkan saja uang sebesar 27 M, tidak digunakan sebagai mana mestinya. Kita lihat bekas mesin penyedotnya. Apakah harga mesin penyedot ini harganya sama dengan yang ditentukan dalam proyek underpass,” tegasnya lagi.

Bahkan dengan lantang Rakyat Mendukung Jokowi (RPJ) menyebutkan bahwa proyek ini gagal. Bahkan imbasnya sangat fatal karena air bersih selama ini dibuang percuma untuk memenuhi keinginan penguasa. Akibatnya uang sebesar Rp. 27 M terbuang percuma.

Sementara itu, Ketua FPMM, Muchlis Joko Ahmadi  juga menyatakan akan segera berkirim surat permohonan penyelidikan ke KPK terkait proyek underpass senilai Rp. 27 M.

Harapannya agar  KPK  menyelidiki terkait anggaran proyek senilai Rp 27 miliar itu yang dikerjakan Ditjen Perkeretaapian. Apakah proyek itu ada penyimpangan atau tidak.

Sebelumnya  anggota Komisi V DPR-RI, Mohammad Toha juga melakukan sidak langsung ke lokasi underpass Makamhaji yang saat ini sedang jadi permasalahan warga Makamhaji.

Dalam sidaknya Mohammad Toha mengakui jika proyek tidak sesuai harapan. Dan siap untuk menjembatani warga yang akan melapor ke KPK terkait penggunaan anggaran sebesar Rp. 27 M dalam pembangunan underpass.

Salah satu tokoh masyarakat Makamhaji, Moch. H. Purnomo Wisanggeni juga meminta agar segera menyelesaikan masalah  underpass hingga tuntas. Seandainya tidak segera diatasi dan nanti terjadi banjir lagi maka masyarakat makam haji akan patungan secara spontanitas untuk menutup underpass Makamhaji. (BJ24)