Home Lintas Jateng Warga Deliksari Mulai Kekurangan Air Bersih

Warga Deliksari Mulai Kekurangan Air Bersih

image

Semarang, 20/4 (BeritaJateng.net) – Meski musim kemarau belum melanda kota Semarang, namun warga Deliksari Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Semarang sampai sekarang masih kekurangan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga terpaksa harus membeli dengan harga yang cukup tinggi, karena bantuan air bersih dari Pemkot Semarang melalui PDAM dan BPBD masih terhambat akses jalan.Antrian warga di sebuah sumur umum sudah menjadi pemandangan biasa jika sedang berkunjung di RW 6 Deliksari Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Semarang.

Lokasi sumur yang jalannya cukup extreme naik turun tak mengurangi semangat warga untuk memperoleh air sumur tersebut. Meskipun warga setempat mengambil air hanya untuk sekedar memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci dan tidak dapat menggunakannya untuk minum dan memasak karena airnya yang tidak terlalu jernih.

Ketua RW 6 Deliksari, Supangat mengatakan, banyaknya pembangunan perumahan dan penebangan pohon di lokasi sekitar sendang telah berdampak pada berkurangnya debit air bersih di Deliksari. Padahal air sendang tersebut sampai saat ini diandalkan warga sebagai sumber air bersih bagi keperluan memasak dan minum.“Dalam kondisi sekarang yang bukan musim kemarau saja, debit air sendang sudah sangat terbatas sehingga harus digilir. Warga tak bisa membayangkan kesulitan yang akan dihadapi apabila hal ini terjadi ketika memasuki musim kemarau yang sebentar lagi pasti akan datang,” ungkapnya.

Bantuan air bersih dari Pemkot Semarang yakni PDAM dan BPBD sampai saat ini juga sangat minim, karena alasan medan lokasi yang sulit untuk dimasuki truk tangki  dan terbatasnya ketersediaan air bersih.Kondisi minim air  selama ini diharapkan Supangat juga bisa diperhatikan oleh Pemerintah Kota Semarang terutama untuk jangka panjang, misalnya dengan membangun pipanisasi air bersih.

Hal senada juga di utarakan Mulyati warga RW 6 Deliksari, ia mengeluhkan minimnya air bersih di wilayah Deliksari yang selama ini terjadi. “Untuk mendapatkan air bersih yang bisa untuk minum dan memasak, harus rela antre  pada bak penampungan yang dialirkan dari sendang,” ujarnya.

Ia menambahkan, air bersih yang diperolehpun jumlahnya juga terbatas itupun jika persediannya masih ada, jika tidak ada air bersih di bak penampungan, ia dan warga terpaksa harus membeli dari penjual air dengan harga Rp. 6 ribu perpikulnya.“Sementara untuk kebutuhan mandi dan mencuci, saya dan warga lainnya juga harus antre di sebuah sumur yang kebetulan saat ini airnya masih ada,” imbuhnya.

Menanggapi keluhan warga, salah satu Dewan Pengawas PDAM Semarang, Dio Hermansah berjanji akan menindaklanjutinya, pihaknya dalam waktu dekat akan memerintahkan PDAM dan meminta bantuan BPBD agar segera memasok dan mencari cara mengirim air bersih di Deliksari.

“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Deliksari, saat ini PDAM Kota Semarang juga sudah memiliki rencana membuat jaringan dan pembuatan lajur pipanisasi PDAM dilokasi tersebut,” ujarnya.Apalagi, lanjutnya, setelah rampungnya proyek waduk Jatibarang serta sudah diajukannya penyertaan modal PDAM ke Pemkot Semarang, maka diperkirakan maksimal tahun 2017 jaringan PDAM bisa dibuat di wilayah Deliksari. (BJ05)