Home Lintas Jateng Warga Blokade Jalan dengan Doa Bersama Tolak Kebijakan Sistem Satu Arah

Warga Blokade Jalan dengan Doa Bersama Tolak Kebijakan Sistem Satu Arah

Warga Laweyan saat gelar aksi memblokade jalan dengan doa bersama menolak pemberlakuan SSA

SOLO, 11/6 (BeritaJateng.net) – Sempat mendapatkan surat peringatan dari Kapolresta Jawa Tengah karena menggelar aksi dengan menutup jalan saat menggelar demo dianggap merugikan pengguna jalan, Panitia Doa bersama penolakan sistem satu arah (SSA) tetap tidak perduli.

Meski telah menerima surat peringatan dari Kapolresta Surakarta, warga tetap akan melakukan aksi tersebut. Dengan menggelar doa bersama dan salat hajat tersebut dilakukan sebagai wujud penolakan warga Laweyan.

Pasalnya kebijakan sistem satu arah yang diberlakukan pemerintah kota Solo yang merasakan imbasnya secara langsung akibat kebijakan sistem satu arah (SSA).

KH Muhammad Ali, salah satu koordinator aksi doa bersama  bersama terkait penolakan sistem satu arah, mengaku akan terus melakukan aksinya selama kebijakan sistem satu arah tersebut  tidak dibatalkan.

Selama ini mereka menutup jalan dan menggelar aksi demo di Jl Dr Radjiman  untuk menyampaikan keberatan atas diberlakukannya sistem satu arah yang dinila aspirasinya terkait kebijakan satu arah yang sangat merugikan masyarakat.

“Dalam surat tersebut intinya tidak boleh melakukan aksi di malam hari. Apabila aksi malam hari dilarang, Kita akan melakukan pada pagi  hari,” tegas KH Muhammad Ali yang biasa di panggil mbah Ali.

Sebelumya Kapolresta Surakarta, Kombes Polisi Ahmad Luthfi melalui Kasubag Humas Polresta Surakarta, AKP Yuliantara kepada wartawan menjelaskan bahwa alsi masyarkat dianggap sudah melewati peraturan perundang-undangan tentang syarat-syarat mengemukakan pendapat di depan  umum.

“Surat sudah dikirimkan ke panitia doa bersama,” pungkasnya  di Solo Jawa Tengah. (b24)