Home Hukum dan Kriminal Warga Blokade Gerbang, Tuntut PT RUM Ditutup

Warga Blokade Gerbang, Tuntut PT RUM Ditutup

Warga Blokade Gerbang, Tuntut PT RUM Ditutup
         SUKOHARJO, 23/2 (BeritaJateng.net) –  Ratusan warga memblokade pintu gerbang  PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Desa Plesan, Kecamatan Nguter dengan merintangkan besi dan bambu, Jum’at (23/2/2018). Tak hanya blokade gerbang, pagar besi pabrik juga tak luput dari amuk massa. Meski diguyur hujan deras, aksi masa terus berlangsung dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Sukoharjo.
          Aksi yang dilakukan sejak kemarin dipicu rasa kesal warga karena tuntutannya masalah penutupan pabrik untuk selamanya belum terpenuhi. Hasil kesepakatan ternyata  PT RUM hanya sementara saja berhenti beroprasi terhitung mulai tanggal  24 Februari 2018 mendatang. Dalam kurun waktu tersebut PT RUM berusaha untuk mengatasi bau limbah yang  diperkirakan butuh waktu 1 hingga 1,5 tahun. Dan kembali beroperasi lagi bila bau limbah teratasi.
         Kecewa keputusan tidak dipenuhi akhirnya warga menutup akses pintu masuk PT RUM dengan besi dan bambu sambil membakar ban bekas di depan lokasi pabrik.
         Salah satu koordinator aksi, Trisno, menyebutkan aksi di depan pabrik kali ini diikuti warga terdampak dan mahasiswa sebagai lanjutan aksi di kantor Setda Sukoharjo, Kamis (22/2/2018) kemarin.
         “Aksi blokade sudah kami  lakukan sejak semalam dan  hingga siang ini. Kami akan melakukan aksi blokade jalan sampai PT RUM tutup dan Bupati menerbitkan SK pencabutan ijin lingkungan PT RUM,” tuturnya, Jumat (23/2/2018).
         Menurut Trisno warga masih menunggu Bupati Sukoharjo, Wardoyo untuk meneken draft yang mereka sodorkan tentang Surat Keputusan (SK) penutupan PT RUM. Namun belum juga dilakukan dengan alasan masih menunggu pembahasan.
         “Seharusnya hari ini ada jawaban. Jadi jangan salahkan rakyat jika harus melakukan blokade karena ini mempertaruhkan nyawa masyarakat,” pungkasnya. (Db/El)