Home Lintas Jateng Warga Bantaran Enggan Di Relokasi Ke Rusunawa

Warga Bantaran Enggan Di Relokasi Ke Rusunawa

Rumah penduduk di bantaran Kali Anyar yang rencananya akan di relokasi
Rumah penduduk di bantaran Kali Anyar yang rencananya akan di relokasi
Rumah penduduk di bantaran Kali Anyar yang rencananya akan di relokasi

Solo, 2/5 (BeritaJateng.net) – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo membangun bendung karet di Kali Anyar sebagai salah satu solusi mencegah banjir di dukung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yang meninjau langsung bantaran Kali Anyar, Jumat (1/5) kemarin.

Untuk membangun bendung karet maka Pemkot Solo berencana untuk  merelokasi warga yang berada di sepanjang bantaran Kali Anyar. Pada dasarnya  warga yang berdomisili di wilayah tersebut setuju untuk dipindahkan. Namun warga menolak jika direlokasi ke rumah susun sewa sederhana (Rusunawa).

Sekretaris Paguyuban Warga Gondang Wetan, Tumino menjelaskan rencana relokasi yang dilakukan Pemkot Solo karena akan dibangun  bendung karet untuk mencegah banjir warga sebenarnya setuju jika akan direlokasi.

“Asal dipindah dan dicarikan tempat selain Rusunawa. Masih bisa kami rembug,” jelasnya kepada wartawan, Sabtu (2/5).

Pasalnya selama ini masyarakat yang tinggal di bantaran memiliki jenis pekerjaan yang beragam sehingga perlu lahan untuk usahanya. Misalnya warga kebanyakan membuat letter marmer yang perlu sisa lahan untuk usaha.

“Jika direlokasi ke Rusunawa pastinya pasti tidak akan ada sisa tanah untuk usaha,” lanjut Tumino.

Tumino menerangkan saat ini ada sekitar 120 KK dan tergabung dalam paguyuban Warga Gondang Wetan yang tinggal  di bantaran Kali Anyar  sejak 1999 lalu. Sebelumnya mereka mengontrak, namun karena harga sewa semakin mahal maka mereka memilih tinggal di sepanjar bantaran sungai.

Tumino juga mengakui, mereka memang menempati lahan yang bukan milik pribadi, namun milik pemerintah. Karena itu meski sudah dibangun permanen namun belum bersertifikat hak milik. (BJ24)