Home Lintas Jateng Walikota Semarang: Kemajuan Teknologi Informasi Harus Ciptakan Peluang Kerja Generasi Muda 

Walikota Semarang: Kemajuan Teknologi Informasi Harus Ciptakan Peluang Kerja Generasi Muda 

Semarang, 21/12 (BeritaJateng.net) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan kemajuan teknologi informasi menciptakan peluang kerja yang semestinya bisa ditangkap generasi muda.

“Jumlah (penduduk, red.) angkatan kerja di bangsa ini kan tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja. Problemnya, pasti pengangguran dan kemiskinan,” katanya di Semarang, Rabu.

Hal tersebut diungkapkannya usai membuka “Temu Komunitas dan Pemuda Generasi Kreatif Untuk Mendukung Smart City Semarang” yang berlangsung di Shamrock Ballroom MG Setos Semarang.

Kegiatan yang terselenggara atas kerja sama antara Pemerintah Kota Semarang dan Semarang Digital Kreatif (SDK) itu diikuti anggota dari 53 komunitas yang tergabung dalam SDK.

“Orang miskin kenapa? Karena tidak punya pekerjaan? Kenapa tidak punya pekerjaan? Makanya, salah satu fokus konsentrasi kami adalah menekan angka kemiskinan dan pengangguran,” katanya.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi mengingatkan generasi muda untuk meninggalkan pola pikir yang cenderung mengandalkan menjadi pegawai, apalagi lapangan kerja pegawai juga sedikit.

“Kalau (generasi muda usia kerja, red.) tidak melakukan inovasi kreasi maka dipastikan akan menjadi pengangguran terbuka. Padahal, mungkin saja titelnya bagus, sarjana, atau lulusan SMK,” katanya.

Artinya, kata dia, generasi muda harus mampu melatih diri berwirausaha, apalagi seiring dengan perkembangan teknologi yang bisa dijadikan sebagai alternatif yang membuka peluang kerja.

“Hampir 90 persen anak-anak muda di Semarang sudah mahir dengan kemajuan informasi. Adik-adik kita yang masih SD saja sudah bermain ‘gadget’, ‘internetan’, dan sebagainya,” katanya.

Semestinya, kata dia, kemajuan teknologi informasi itu harus mampu dimanfaatkan generasi muda sehingga Pemkot Semarang memfasilitasnya dengan menggelar kegiatan temu komunitas itu.

“Kami berpikir ada sebuah wacana pengembangan industri kreatif lewat forum media sosial (medsos) yang coba ditangkap dengan ‘co-working space’ Semarang Digital Kreatif itu,” katanya.

Diharapkan, kata Hendi, masing-masing komunitas bisa saling bertukar pikiran, pengalaman, dan peluang bisnis yang bisa dilakukan sehingga bisa menghasilkan keuntungan secara ekonomi.

“Sebelumnya, kami sudah sediakan Pusat Informasi Publik (PIP) yang isinya anak-anak muda kumpul, berdiskusi, bercerita memanfaatkan peluang dari kemajuan teknologi informasi,” katanya.

Karena keberadaan PIP sangat berdampak positif, lanjut dia, Pemkot Semarang menyediakan ruang lagi, yakni SDK di Jalan Mpu Tantular, Semarang, yang bisa dijadikan sebagai “working space”.

“Kami sediakan beberapa perlengkapan dan fasilitas. Silakan dijadikan sarana berdiskusi dan bertukar informasi, misalnya yang ahli desainer, programmer, video, dan sebagainya,” pungkasnya. (EL)

Advertisements