Home Ekbis Walikota : Jika Relokasi Gagal, Kubur Saja Impian Bangun Pasar Karangayu  

Walikota : Jika Relokasi Gagal, Kubur Saja Impian Bangun Pasar Karangayu  

Semarang, 25/10 (BeritaJateng.net) – Unjuk rasa penolakan warga jalan Cempolorejo, Krobokan minggu lalu, mendapat tanggapan dari Walikota Semarang, Hendrar Prihadi. Menurutnya, jika nantinya tidak menemui titik temu relokasi, anggaran revitalisasi untuk Pasar Karangayu dipindahkan ke pasar lain. Revitalisasi pasar tersebut bertujuan untuk mengurangi kekumuhan dan kesemrawutan di lingkungan tersebut.
https://redemperorcbd.com/wp-content/languages/new/doxycycline.html

”Pembangunan yang dilakukan pemerintah ini untuk masyarakat. Dulu relokasi di Lapangan Karangayu milik pemkot ditolak, sekarang dipindah di atas saluran irigasi yang milik pemerintah juga ditolak,” ujarnya ketika ditemui di Kantor Walikota.

Pihaknya sudah menyampaikan ke dinas pasar, jika relokasi tahun ini tidak selesai, impian membangun Pasar Karangayu terkubur. Hendi sapaan akrabnya menjelaskan, pembangunan pasar itu sudah diusulkan ke DPRD untuk dibangun pada tahun 2017. Adapun anggaran yang diajukan sebesar Rp80 miliar. Adapun dana relokasi sebesar Rp2 miliar.

”Jika tidak bisa dibangun juga, kita alokasikan ke tempat lain.
https://redemperorcbd.com/wp-content/languages/new/antabuse.html

Masih banyak masyarakat yang membutuhkan pembangunan. Kalau sudah dianggarkan tapi gagal dilaksanakan nanti malah jadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa),” imbuhnya.

Menurutnya, jika tidak dibangun maka yang rugi masyarakat sendiri. Area sekitar Pasar Karangayu akan tetap menjadi kumuh dan semrawut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pasar Trijoto Sardjoko mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pedagang dan warga sebelum melakukan relokasi pedagang. Dalam melakukan sosialisasi tersebut warga tetap berkeinginan pedagang direlokasi di atas saluran Jl Cempolorejo.

Menurutnya, jika relokasi pedagang Pasar Karangayu di Lapangan Garnisun, Kalisari tidak mungkin. Karena, filososi memindah pasar tidak boleh jauh dari tempat asalnya. Hal itu,  agar pasar bisa eksis dan pelanggan mencari pedagang kembali lebih mudah.

”Kami sudah lakukan sosialisasi berkali-kali tetapi tidak ada titik temu.
https://redemperorcbd.com/wp-content/languages/new/zoloft.html

Relokasi termasuk pedagang yang berada di belakang Pasar Karangayu dan Jl Cempolorejo. Tapi warga tetap tidak mau, jika tidak direlokasi ya tidak akan dilakukan pembangunan,” katanya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Danur Rispriyanto, sebelumnya mengatakan, selain membutuhkan waktu yang cukup lama, dinas pasar harus maksimal dalam melakukan sosialisasi jika ingin relokasi pedagang berjalan lancar. Hal ini dikarenakan akan berdampak pada lingkungan sekitar pasar, termasuk warga setempat. (Bj05)