Home Hukum dan Kriminal Waduh…Ratusan Unit Smartphone Diembat Pencuri

Waduh…Ratusan Unit Smartphone Diembat Pencuri

image

Kudus, 13/4 (Beritajateng.net)-Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah Kudus semakin merajalela. Kali ini korban curat dialami toko handphone ternama Millenia Cellular yang ada di Jalan Veteran 11 Kudus, di Desa Glantengan, Kecamatan Kudus Kota.

Akibat kejadian tersebut, pemilik usaha Syharir Fahmi (43) warga Jalan Kramat Raya 349, Desa Barongan, Kecamatan Kota Kudus mengalami kerugian sedikitnya Rp 1,5 miliar. Perhitungan jumlah kerugian berdasar ratusan unit smartphone yang ada di dalam toko raib digondol pencuri.

Keterangan yang berhasil dihimpun Beritajateng.net di lokasi kejadian menyebutkan, kasus pencurian tersebut pertamakali diketahui oleh salah seorang pegawai bernama Alaik Sofi (28) asal Desa Wates, Kecamatan Undaan Kudus sekitar pukul 08.45 WIB. Saksi mengetahui ketika sesaat setelah membuka toko.”Ketika masuk baru saya tidak menaruh curiga apa-apa karena gembok dan kunci pintu utama tidak ada yang rusak,” katanya ditemui di lokasi kejadian, Senin (13/4).

Alaik yang oleh petugas dimintai keterangan sebagai saksi menambahkan, dirinya baru merasakan ada keganjilan ketika sudah berada di dalam toko. Saat dia melihat etalase dalam, pikirannya mulai curiga.”Padahal setiap harinya barang-barang yang ada di dalam etalase atau rak ketika hendak tutup tidak pernah dipindahkan atau disimpan di tempat lain. Tetapi, waktu saya masuk etalase dan rak dalam keadaan kosong,” katanya.

Bukan hanya saksi, lanjutnya, dua temannya sesama pekerja juga merasakan ada keanehan. Hanya saja, mereka bertiga belum curiga bahwa toko tempatnya bekerja habis disatroni pencuri pasalnya bos-nya memang punya rencana membuka toko ditempat lain.

”Saya baru menyadari bahwa toko habis dimasuki pencuri ketika membuka ruang kantor . Didalam ruang kantor tersebut, tembok sebelah timur berlubang dan didekat tembok beberapa ponsel masih tertinggal di lantai kemudian saya langsung telpon bos dan langsung diperintahkan lapor polisi,” tegasnya.

Sementara itu menurut keterangan pemilik toko, bagian dalam tempat usahanya tersebut dilengkapi kamera pengintai (cctv). Dari rekaman cctv, sekitar pukul 23.02 (12/4 malam) terlihat tiga orang berada berada dalam toko. Hanya saja, pemilik toko tidak menceritakan secara rinci kegiatan tiga orang yang terekam kamera pengintai tersebut. Yangjelas, ketika tiga orang tersebut terekam toko dalam kondisi sudah tutup.

”Dalam toko memang tersimpan ratusan atau bahkan sekitar 1000-an ponsel dari berbagai merk dan jenis. Tetapi barang yang hilang jumlahnya hanya ratusan yang harganya mahal seperti smartphone. Hitungan sementara barang yang hilang nilainya sekitar Rp1,5 miliar,” ungkapnya.

Sedangkan menurut Kepala SPK Polres Kudus Ipda Yuswanto yang datang ke lokasi kejadian kepada awak media mengatakan, pihaknya telah memintai keterangan beberapa saksi. Sedangkan tim Inafis yang melakukan olah TKP menurutnya telah menemukan beberapa petunjuk diantaranya sidik jari dan kain sarung digantung dipagar yang diduga milik pelaku.

”Data-data awal sudah kita catat dan akan kita serahkan kepada pimpinan. Soal jumlah pelaku, kita belum bisa memastikan hanya saja, dari rekaman cctv yang terlihat hanya tiga orang yang masuk dalam toko,” tandasnya. (BJ12)