Home News Update Waduh, Ada 31 Peristiwa Kebakaran di Awal 2015

Waduh, Ada 31 Peristiwa Kebakaran di Awal 2015

image
Ilustrasi

Semarang, 8/4 (BeritaJateng.net) –  Selama tahun 2015, ada 31 peristiwa kebakaran di Kota Semarang. Pemkot Semarang mengimbau pemilik gedung untuk melengkapi bangunan dengan alat pemadam kebakaran.

Kepala Seksi operasioanal Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang Supriyanto mengatakan pada musim kemarau intensitas kebakaran sangat tinggi. Seperti halnya pada tahun 2014 telah tercatat sebanyak 278 kasus kebakaran yang terjadi pada musim kemarau. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kota Semarang untuk selalu waspada.

“Di tahun 2015, hingga kini sudah terjadi 31 kasus kebakaran. Masyarakat harus waspada dan melakukan antisipasi, seperti dalam pemasangan instalasi listrik, jangan sembarangan. Selain itu, diusahakan agar tempat memasak jauh dari bahan-bahan yang mudah terbakar,” ungkapnya.

Saat ini Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang telah memiliki 20 unit mobil pemadam. Namun demikian, pihaknya juga mengimbau kepada para pemilik gedung berlantai banyak untuk tetap memfasilitasi alat pemadam kebakaran ringan (Apar). “Memang sesuai aturan itu ada. Setiap lantai harus ada fasilitas alat pemadam termasuk alarm. Selain itu, pemilik gedung juga harus memiliki SDM yang berkompeten dalam menggunakan alat tersebut. Ketika SDM-nya tidak memiliki keahlian atau tidak bisa menggunakan alat tersebut akan sama saja,” katanya.

Ironisnya Pemkot Semarang belum miliki mobil pemadam kebakaran yang bisa menjangkau gedung 15 lantai. Memang, sejumlah kasus kebakaran yang terjadi di Semarang selama ini bisa dijangkau oleh mobil PMK (pemadam kebakaran) milik pemkot, karena kondisi bangunan tidak begitu tinggi. Namun sangat dikhawatirkan jika peristiwa itu terjadi di atas gedung yang memiliki ketinggian di atas 15 lantai. Tentu PMK tidak efektif. Karena tidak bisa menjangkau ketinggian. Yang bisa dilakukan hanya mengandalkan pemadam darurat atau hidran di dalam gedung.

“Pemkot memang belum punya alat pemadam (PMK) 15 lantai. Tapi kemarin kita sudah kumpulkan teman-teman pengusaha, dari sektor properti, utamanya yang memiliki high rise building, untuk membicarakan masalah ini, dengan lebih detail,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Sebagai langkah awal, pemkot meminta pihak gedung wajib memiliki kelengkapan pemadam kebakaran. Kemudian, untuk kebutuhan Damkar (Dinas Pemadam Kebakaran), pemkot akan melakukan kajian terkait pengadaan alat pemadam untuk ketinggian lebih dari 15 lantai.

“Ada pengadaan (alat pemadam 15 lantai,Red.) tapi masih dalam tahapan komunikasi. Apakah itu CSR (Corporate Social Responsibility) dari pemilik gedung atau dari APBD kita. Jadi masih bicarakan dengan teman-teman yang dari usaha properti tersebut. Solusi sementara kita pastikan mereka mempunyai standar kelengkapan dari Dinas Kebakaran,” terang Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Terkait pipa-pipa atau hidran di sejumlah titik di jalan protokol yang tidak berfungsi, pemkot akan melakukan pengecekan dan perbaikan. “Mestinya itu (hidran) berfungsi, tapi nanti akan kita cek,” imbuhnya. (Bj05)