Home Headline Viral Warga Marah Protes Ambulan Hebat, Ini Penjelasan Kadinkes

Viral Warga Marah Protes Ambulan Hebat, Ini Penjelasan Kadinkes

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam.

Semarang, 3/7 (BeritaJateng.net) – Viral video warga marah-marah datangi kantor Ambulans Hebat. Dalam video berdurasi satu menit, warga tersebut bertanya mengapa call center ambulans hebat tidak bisa dihubungi.

Padahal, dia telah menelepon sejak berjam-jam lalu. Kemudian, call center ambulans Semarang Hebat menelepon warga bersangkutan atas perintah kepala dinas. Namun, saat call center dihubungi balik nomornya tidak tersambung.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam menjelaskan,
warga bersangkutan sudah mengubunginya terlebih dahulu.

Katanya, ada tetangga yang sakit. Kemudian, dia langsung menginformasikan kepada tim ambulans hebat.

Kemudian, tim ambulans hebat langsung menghubungi nomor bersangkutan untuk meminta alamat.

Pada saat bersamaan, Camat Genuk juga meminta bantuan ambulans untuk kasus tersebut.

“Saya tanya kenapa emosi. Dia bilang karena telepon tidak diangkat, WA tidak diangkat” jelas Hakam, Jumat.

Dia menegaskan, tim Ambulans Hebat pasti tidak mungkin menutup line call center.

Jika satu line telepon ada yang menghubungi 10 berbarengan tentu saja panggilan tidak bisa masuk.

Maka dari itu, pihaknya meminta warga bersabar di tengah pandemi Covid-19.

“Dia antre 30 menit, habis itu meluncur ambulans hebat dari Srondol. Saya sudah bilang sama teman-teman langsung dibawa RSWN. Tempat di IGD sudah disiapin. Memang sampai sana tidak  tertolong,” ujarnya.

Dia meminta masyarakat harap bersabar menunggu ambulan hebat.

Pasalnya, permintaan ambulan hebat dalam satu shift yakni delapan jam rata-rata 200 panggilan.

Padahal, ambulan hebat milik Dinas Dinas Kesehatn hanya tujuh armada. Ditambah delapan ambulan siaga.

“Ambulans hebat sudah standby di Rumdin kalau dibutuhkan. Jadi pandemi seperti ini dibutuhkan kesabaran,” ucapnya.

Pihaknya telah menyiapkan hotline dengan operator yang bisa memberikan penjelasan apa yang harus dilakukan sementara sebelum nakes datang.

Setiap ambulan hebat sudah dilengkapi dokter, perawat, bidan, dan peralatan kesehatan.

Jika posisi gawat namun rumah sakit penuh, nakes pasti akan memberikan edukasi. Kemudian, nakes tidak bisa menunggu pasien mengingat mobilitas ambulan cukup tinggi membantu warga yang lainnya.

“Habis itu tidak bisa tunggu karena ambilan ditunggu banyak orang,” tambahnya. (Ak/El)