Home Headline Vaksin Moderna Mulai Disuntikkan untuk Warga di Semarang

Vaksin Moderna Mulai Disuntikkan untuk Warga di Semarang

Dialog interaktif bersama Dinas Kesehatan dan DPRD Kota Semarang.

SEMARANG, 23/8 (BeritaJateng.net) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang mulai menyuntikkan vaksin moderna pada warga Kota Semarang. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam, Senin (23/8) dalam dialog interaktif bersama DPRD Kota Semarang.

Vaksinasi dengan menggunakan vaksin moderna sudah dilakukan di empat kelurahan yakni Kelurahan Plombokam, Tanjungmas, Pandean Lamper, dan Pedurungan Kidul.

Ia mengatakan, vaksinasi dosis pertama (V1) saat ini dilahani menggunakan vaksin moderna. Selain di empat kelurahan tersebut, pihaknya juga mengalokasikan vaksin moderna sebanyak 10 vial atau setara 140 dosis di setiap puskesmas.

“Ini untuk mengakomodir masyarakat yang menginginkan V1. Sebetulnya, yang Sinovac datang, tapi untuk menyelesaikan dulu V2 yang jumlahnya sangat banyak. Moderna kami gunakan untuk V1,” terang Hakam.

Hakam menjelaskan, alokasi moderna berasal dari dua pihak yakni Polri dan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Alokasi itu bagi nakes untuk dosis ketiga (booster) dan masyarakat untuk  V1 dan V2. Masyarakat yang bisa suntik vaksin moderna yakni berusia lebih dari 18 tahun.

“Moderna untuk vaksinasi 18+ karena dari BPOM baru mengeluarkan untuk 18+ walaupun WHO sudah mrngeluarkan untuk 12+,” paparnya.

Hakam melanjutkan, warga yang tengah mengalami batuk, pilek, atau memiliki penyakit kronik agar menunda vaksinasi terlebih dahulu. Jika memiliki penyakit kronik, pastikan dalam kondisi stabil dalam tiga bulan terakhir.

Khusus ibu hamil, sebut dia, tekanan darah tidak boleh melebihi 140/90 karena risikonya bisa terjadi peningkatan kasus eklampsia. Namun demikian, saat ini Dinkes melakukan vaksinasi ibu hamil tidak menggunakan Moderna melainkan Sinovac.

“Yang punya penyakit asma, darah tinggi, diabetes, gagal jantung harus benar-benar stabil dalam waktu tiga bulan berturut-turut. Yang punya autoimun hati-hati. Yang punya riwayat alergi berat juga hati-hati,” tambahnya.

Di sisi lain, Hakam membeberkan, vaksinasi booster mengunakan Moderna bagi nakes di Kota Semarang sudah mencapai sepertiga atau sekitar 8.000 orang dari total nakes sebanyak 25 ribu yang terdaftar pada sistem informasi SDM kesehatan (SISDMK).

Booster V3 ini diperuntukan bagi nakes yang masuk dalam SISDMK, mendapat tiket dari Peduli Lindungi, serta suntikan V2 dilakukan sebelum 28 April.

“Dari sistem mengakomodir V3 minimal tiga bulan. Makanya suntikan V3 harus dilakukan sebelum 28 April. Kalau tiga syarat terpenuhi, silakab datang ke faskes,” imbuhnya.

Dia mengimbau nakes yang hendak melakukan vaksinasi booster harus mendaftar terlebihdaulu. Pasalnya, perawatan vaksin Moderna cukup sulit. Logistik ini harus disimpan dalam suhu -35 derajat.

Apabila vaksin sudah dikeluarkan dari penyimpanan dan dicairkan, maka harus habis. Satu vial Moderna bisa untuk 14 suntikan.

“Kami harus list dulu nakes yang siap. Misal, di Puskesmas Pandanaran bila list ada 28 nakes berarti dua vial. Ini harus habis,” rincinya. (El)