Home Headline Upaya KAI Tekan Angka Penyebaran Covid-19

Upaya KAI Tekan Angka Penyebaran Covid-19

KAI Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru di Perjalanan KA Reguler

Semarang, 15/9 (BeritaJateng.net) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berupaya membantu pemerintah menekan angka penyebaran kasus Covid-19 dengan menerapkan sejumlah aturan dan pembatasan di dalam gerbong kereta api maupun stasiun di setiap daerah operasional.

Sejak merebaknya pandemi Covid-19, PT KAI Daop 4 Semarang mulai melakukan langkah antisipasi dengan secara rutin menyemprotkan disinfektan di tiap stasiun dan kereta api. Seperti yang dilakukan di Daerah Operasional (Daop) 4 Semarang.

Stasiun besar dibawah kendali Daop 4 Semarang seperti Stasiun Tawang, Stasiun Poncol, Stasiun Pekalongan, dan Cepu rutin dilakukan penyemprotan disinfektan.

Manajer Humas Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro mengatakan, upaya PT KAI untuk mengantisipasi penyebaran virus dan klaster Covid-19 dengan menerapkan standar operasional protokol kesehatan dan disiplin 3M.

“Kereta rutin dibersihkan eksterior dan interiornya, khususnya di toilet kereta. Urusan kebersihan sudah sesuai standarnya,” ujar Kris sapaan akrabnya, Selasa (14/9).

Pada area stasiun, pihaknya juga menyediakan hand sanitizer, dan tempat cuci tangan di area yang mudah dijangkau penumpang. Kursi ditandai agar penumpang bisa duduk secara berjarak.

Menurut Kris, KAI juga terus mengampanyekan gerakan disiplin prokes dan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker, dan Menjaga jarak) kepada seluruh pelanggan dan pegawai.

“KAI terus menggencarkan sosialisasi 3M untuk menjadikan kereta api sebagai angkutan massal yang aman, nyaman, selamat, dan tetap bisa menjaga kesehatan para pelanggan dan pegawai kami,” ujarnya.

Untuk menghindari kontak fisik dengan petugas boarding, proses boarding dilakukan secara mandiri oleh penumpang dengan menunjukkan tiket dan identitas yang sah dan disaksikan langsung oleh petugas boarding.

Pengaturan jarak di stasiun telah KAI atur termasuk pada ruang tunggu dan antrean pelanggan. Adapun untuk menjaga jarak selama perjalanan, KAI hanya menjual tiket 70% dari kapasitas tempat duduk yang tersedia.

“Petugas di stasiun dan dalam perjalanan senantiasa mengumumkan perihal protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh pelanggan,” ujarnya.

Tak hanya itu, KAI juga melakukan protokol kesehatan lainnya seperti pelanggan diharuskan dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.

Kebijakan lainnya, sebagai upaya adaptasi baru PT KAI ditengah pandemi dengan mewajibkan penumpang kereta api telah melakukan vaksinasi.

“Sesuai Surat Edaran Kemenhub No 69 Tahun 2021, berisi pemberlakuan syarat wajib vaksin bagi penumpang kereta. Dengan diberlakukan hal tersebut, maka Syarat STRP, Surat Tugas, atau surat keterangan lainnya tidak lagi menjadi syarat bagi pelanggan KA Lokal, Commuter, atau Kereta Api perkotaan,” ujar Kris.

Petugas akan mengecek bukti vaksinasi Covid-19 melalui layar komputer petugas boarding sebelum naik kereta. Data vaksinasi akan otomatis muncul pada layar karena KAI telah mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi dengan sistem boarding.

“Syarat perjalanan KA jarak jauh yakni penumpang minimal telah melakukan vaksinasi dosis pertama. Bedanya, pelanggan KA Jarak Jauh juga harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan,” terang Kris.

Aturan tambahan yang ada selama masa pandemi ini juga tetap berlaku, seperti tidak berbicara saat berada di dalam kereta, lansia dan pengguna dengan barang bawaan yang besar hanya diizinkan menggunakan KRL pada pukul 10:00-14:00 atau di luar jam-jam sibuk, serta anak Balita sementara belum diizinkan naik KRL.

PT KAI belum membuka layanan perjalanan bagi penumpang dengan usia di bawah 12 tahun. “Bagi penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19,” Imbuhnya.

Ia berharap dengan kebijakan-kebijakan yang diberlakukan PT KAI, dapat memberi andil dalam menekan angka penyebaran kasus Covid-19. (El)