Home News Update Unissula Lepas 1.528 Wisudawan 

Unissula Lepas 1.528 Wisudawan 

Unissula mewisuda 1.528 mahasiswa

Semarang, 18/4 (BeritaJateng.net) – Sebanyak 1.528 mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) telah diwisuda dan dibagi ke dalam 5 sesi sejak hari Jumat hingga Senin (15-18 April 2016). Untuk sesi terakhir inu, ada 3 Fakultas yang diwisuda, diantaranya Fakultas Kedokteran, Fakultas Teknologi Industri dan Fakultas Bahasa.

Bertempat di Fakultas Kedokteran lantai 3, prosesi wisuda ke-71 kali ini cukup menarik dikarenakan ada mahasiswa termuda Fakultas Kedokteran, lulus usia 17 tahun 8 bulan, Rafidah Helmi. Juga mahasiswa yang berhasil meraih prestasi robotik Internasional. Faizal Aminudin, Jurusan Teknik Elektro asal Kudus dan Laode Muhammad Idris Jurusan Teknik Elektro asal Konawe, Sulawesi Tenggara.

Prof. Dr. Anis Malik Thoha, Rektor Unissula saat memberikan sambutan mengatakan mahasiswa mendapat mandat sebagai pemimpin yang revolusioner. Pada kesempatan wisuda kali pihaknya berharap bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi wisudawan dan Unissula di masa yang akan datang.

“Sebagai wisudawan dan wisudawati, kalian termasuk hamba Allah yang termuliakan. Kalian menjadi bagian dari ulama, yaitu orang-orang yang berilmu. Sebagaimana digambarkan dalam hadits Nabi Muhammad, orang-orang yang berilmu adalah pewaris para nabi,” tutur Anis.

Dikatakan Anis, Ulama tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga mempelajari ilmu yang lain. Sumber-sumber ilmu apapun bentuk dan manifestasi ilmu tersebut semua yang kita pelajari adalah dari Allah SWT.

“Ilmu ekonomi, politik, sosial, dan peradaban Islam, Ilmunya berkembang dalam kurun waktu. Tanpa adanya ilmu, seseorang atau bangsa tidak dianggap, sebab kebodohan. Oleh karena itu Ulama jangan sampai rusak,” imbuhnya.

Pada akhir-akhir ini banyak kita jumpai ulama yang rusak. Orang yang berilmu tetapi rusak. Tanpa adanya ilmu bangsa dianggap tidak ada. Dalam kancah politik dan ekonomi Indonesia tidak begitu diperhitungkan. “Kualitas kita kalah dengan bangsa-bangsa yang lain. Indonesia pun bertekuk lutut dengan bangsa yang lain. Kita harus sadar, bangkit dari mimpi-mimpi kita,” papar Anis.

Menurut Anis, wisudawan perlu mengembangkan ilmunya, untuk itu semua pemegang ijazah S1, perlu dilanjutkan S2 dan S3 kecuali diploma atau sertifikat profesi, karena mereka sudah disiapkan dalam dunia kerja.

“Jangan merasa puas hanya dengan berbekal S1. Untuk mengembangkan kualitas daya saing bangsa, kita masih memerlukan tenaga dan sumber daya Islami. Kemajuan bangsa dan negara merupakan tanggung jawab untuk masa depan bangsa,” imbuhnya lagi.

Pihaknya juga memotivasi wisudawan untuk terus berkarya dan berprestasi serta berinovasi. Unissula merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang mampu bersaing di dunia Internasional.

Dibuktikan dengan Tim Robotik Unissula yang berhasil bertarung dengan 80 Tim Robotik Dunia. Pihaknya juga yakin progdi yang lain bisa mengembangkan. Kejuaraan yang diperoleh bisa memotivasi teman-teman yang lain untuk terus berkarya dan membawa berkah.

“Orang-orang yang berprestasi akan selalu mendapatkan apresiasi. Hal ini akan sungguh-sungguh mendapatkan dan membuka jalan kesuksesan,” pungkasnya. (BJT01)