Home News Update Unimus Jalin Kerjasama dengan Universitas Thailand

Unimus Jalin Kerjasama dengan Universitas Thailand

693
Unimus Jalin Kerjasama dengan Universitas Thailand.

Semarang, 14/4 (BeritaJateng.net) – Asosiasi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah se-Indonesia mengadakan kuliah pakar dan penandatanganan MoU dengan School of Public Health Chulalongkorn University Thailand di Auditorium Garuda Bapelkes Semarang Lantai 2, Kamis (14/4) siang.

Kuliah Pakar and Memorandum of Understanding (MoU) Signing Ceremony and Expert Lecture “Health Literacy Transfer as Patient-Centered Initiative Focus” by Associate Professor Dr. Prathurng Hongsranagon College of Public Health Sciences Chulalongkorn University Thailand ini selain dihadiri oleh dosen dari Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Pontianak, dan lainnya juga dihadiri oleh seluruh mahasiswa semester 2, 4 dan 6 (Reguler dan Lintas Jalur) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus)

Rektor Unimus, Prof. Masrukhi., M.Pd yang pada saat sambutan menggunakan bahasa Inggris sangat mengapresi kegiatan ini, pihaknya juga memperkenalkan satu persatu perwakilan dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah se-Indonesia yang telah hadir dalam acara kuliah pakar dan MoU kepada ratusan mahasiswa yang hadir.

Usai sambutan, Masrukhi menyatakan dengan lantang membuka acara kuliah pakar sekaligus melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Chulalongkorn University Thailand, Associate Professor Dr. Prathurng Hongsranagon College of Public Health Sciences.

Sementara itu, dari Associate Professor Dr. Prathurng Hongsranagon College of Public Health Sciences, Chulalongkorn University Thailand dalam memberikan kuliah pakar dengan menggunakan bahasa Inggris. “Health literacy transfer as patient-centered initiative focus -the role of village health volunteers (VHVs) in Thailand’s health system,” terangnya.

Atau yang pada intinya menjelaskan mengenai kesehatan seperti hukum kesehatan, promosi kesehatan dan lain-lain dengan sistem kesehatan yang dimiliki di Thailand.

Pada sesi terakhir juga dibuka tanya jawab tentang materi yang disampaikan. Salah satu Mahasiswa FKM semester 6 asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Armanto menanyakan menggunakan bahasa Inggris namun dengan logat daerahnya. Sontak seluruh peserta yang sebagian besar mahasiswa yang awalnya serius menjadi riuh tawa.

Armanto menanyakan dalam bahasa Inggris dan intonasi yang sangat cepat yang apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti, “mengapa kita harus fokus pada pasien ? sehingga nantinya bisa melakukan kegiatan pencegahan,” tanya Armanto kepada Dr. Prathurng.

Associate Professor Hongsranagon College of Public Health Sciences, Chulalongkorn University Thailand ini juga menjelaskan mengenai model pendekatan rakyat dan upaya pencegahan primer penyakit di Thailand (primary health care and folk model of illness Thailand). (BJT01)

Advertisements