Home Headline Unik! Sensasi Makan Soto dalam Mangkok Tempurung Kelapa di Soto Bathok 86...

Unik! Sensasi Makan Soto dalam Mangkok Tempurung Kelapa di Soto Bathok 86 Cangkiran

Soto Bathok 86 Cangkiran Semarang

SEMARANG, 12/6 (BeritaJateng.net) – Cangkiran tidak hanya terkenal dengan kawasan yang sejuk di selatan Kota Semarang, tetapi juga terkenal juga dengan kawasan yang kaya akan tempat kuliner.

Salah satunya adalah sebuah konsep warung atau kedai modern yang diberi nama “Soto Bathok 86”, yang berada di suatu pedesaan tepatnya di Jalan Raya Cangkiran No.21 Semarang, atau sebelah selatan terminal Cangkiran arah ke Boja.

Menurut owner, Arie, dengan hadirnya Soto Bathok 86 ini, dirinya berharap bisa menjadi tempat makan yang memberikan kualitas makanan yang enak, harga yang terjangkau.

“Harga Soto Bathok di tempat kami murah meriah, cuma 5K (Rp 5.000 red). Selain itu, kami juga menyediakan aneka jajanan dan minuman yang harganya sangat terjangkau,” ujarnya, Minggu (12/6/2021).

Kenapa dinamai Soto Bathok, kata Arie, karena tempat atau wadah untuk penyajian soto di Kedainya dengan menggunakan Bathok atau tempurung kelapa.

“Kalau wadah mangkok kan sudah biasa dan banyak dijumpai. Tapi kalau dengan bathok atau tempurung kelapa kesannya unik dan ada filosofinya,” terangnya.

Menurut Arie, ada filosofi dalam hidup yang bisa diambil dari Kelapa. Tempurung kelapa yang dipecah; menggambarkan bahwa manusia tidak bisa hanya berdiam diri ditempat yang nyaman.

“Ada kalanya kita akan dipaksa keluar dari zona nyaman. Dan kita harus siap setelah keluar dari zona nyaman tersebut,” kata Arie yang juga pernah bekerja di salah satu media dan event orgainizer.

Kemudian kelapa yang dicungkil dari tempurungnya merupakan gambaran berpisahnya kalian dari zona nyaman yang ada.

“Kita akan menghadapi berbagai cobaan hidup yang lain dengan gambaran kelapa yang diparut sampai berbentuk lembut,” ujarnya.

Kalaupun berhasil melewati satu cobaan akan datang cobaan yang lain lagi. Dan cobaan yang lain itu digambarkan dengan kelapa yang sudah lembut tadi diperas untuk diambil santannya.

“Setelah itu santan masih harus direbus bersama bahan-bahan yang telah disiapkan. Akhirnya menjadi makanan yang nikmat, membawa manfaat dan disukai banyak orang,” imbuh Arie.

Selain usaha soto, dirinya juga membuka kedai angkringan yang dinamakan Angkringan 86 Maknyus, saat sore sampai malam hari.

“Kalau Soto Bathok kami buka delapan pagi sampai sore. Kemudian kami sambung dengan warung angkringan sampai malam hari. Pokoknya asyiklah buat nongkrong,” ujarnya. (Ak/El)