Home Headline Unik, di Semarang Ada Spiderman Beraksi Copot Baliho Tak Taat Pajak

Unik, di Semarang Ada Spiderman Beraksi Copot Baliho Tak Taat Pajak

Aksi spiderman mencopot baliho tak taat pajak.

Semarang, 5/6 (BeritaJateng.net) – Tidak membayar pajak, dua baliho di Semarang, masing-masing di Jalan Prof Hamka dan Jalan Borobudur dicopot. Pencopotan dilakukan dua petugas yang memakai baju tokoh Superhero Spiderman.

Tentunya saja pemandangan yang unik ini mendapat perhatian dari masyarakat yang kebetulan sedang lewat jalan tersebut. Dua baliho diketahui milik usaha loundry yang menempati ruko.

Kepala Bidang Pajak II Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Elly Asmara, menjelaskan, aksi tersebut sebagai upaya penertiban. Di mana pemasangan baliho juga harus membayarkan pajaknya.

“Upayanya dengan penertiban. Sebelumnya reklame tersebut ditandai stiker belum membayar pajak. Bila itu tidak diindahkan maka diturunkan baliho itu,” katanya.

Dia melanjutkan, keberadaan baliho ada juga yang belum berizin. Baliho tersebut juga tersebar di banyak titik.
“Jadi kita terus sosialisasikan supaya masyarakat paham untuk membayar pajaknya,” jelasnya.

Elly melanjutkan, penertiban itu dilakukan dengan perundang-undangan. Maka dia mengharapkan agar masyarakat yang hendak beriklam agar paham kewajibannya.

Adapun, potensi pajak reklame, kata Elly sangat baik menyumbang pajak. Terlebih saat pandemi Covid-19, pajak reklame tidak berdampak terlalu turun.

“Karena potensi yang besar. Kita kejar dengan penertiban sehingga pendapatan daerah dan kepatuhan bisa naik,” tegasnya.

Kassubid Penagihan Bapenda Kota Semarang, Mulyo Cahyono, menambahkan, potensi pajak dari reklame sangat besar bagi pendapatan asli daerah.

“Realisasi saat ini mencapai 24,5 persen atau sebesar Rp 10,7 miliar dari target Rp 44 miliar, dan lebih menjanjikan untuk kontribusi pendapatan asli daerah,” tambahnya.

Pemkot Semarang, lanjut dia, akan mendorong pemggunaan videotron untuk menggantikan baliho. Hal ini dalam rangka penataan kota yang lebih rapi dan modern.

“Kita akan sosialisasikan ke pemilik reklame untuk beranjak ke digital, estetikanya lebih bagus dan kontribusi pajaknya bisa lebih besar,” pungkasnya. (Ak/El)