Home News Update UDINUS Dinyatakan Kampus Bebas Narkoba Oleh BNNP Jateng

UDINUS Dinyatakan Kampus Bebas Narkoba Oleh BNNP Jateng

Semarang, 5/9 (BeritaJateng.net) – Setelah berperan aktif dalam pelaksanaan program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba), BNNP Jateng menyatakan Universitas Dian Nuswantoro Semarang (UDINUS) sebagai kampus Bebas Narkoba mulai September 2016.

Edi Noersasongko, Rektor Universitas Dian Nuswantoro Semarang menyampaikan bahwa Kampus UDINUS telah dinyatakan sebagai Kampus Bebas Narkoba pada 1 September 2016, yang sebelumnya Udinus sebagai Kampus Anti Narkoba tahun 2016.

“Sebelumnya jauh-jauh hari kita sudah mencanangkan seluruh geedung UDINUS bebas asap rokok, karena kita percaya bahwa narkoba itu dimulai dari asap rokok. Lalu jam 11 malam harus seteril, jadi apapun acaranya jam 11 harus selesai dan keluar dari kampus,” terang Rektor UDINUS.

Lanjutnya, banyak sekali dulunya yang menginap di kampus, mahasiswa yang sering menyelenggarakan kegiatan hingga larut, bahkan sampai menginap di kampus hingga esok hari. Dan sekarang jam 11 malam harus seteril.

“Saya pernah ikut pelaksanaan operasi selama satu minggu untuk menseterilkan kampus kita,” tuturnya.

Dan saat ini pihaknya bersama BNNP Jateng giat melakukan operasi narkoba secara acak dan rutin, yakni pagi, siang, sore, dan malam, dan memeriksa seluruh yang ada di kampus, mulai karyawan hingga mahasiswanya.

“Kita tinggal mengikuti permintaan BNN untuk melakukan operasi test narkoba mulai karyawan hingga narkoba. Dan kita mempunyai satgas narkoba yang terdiri dari mahasiswa, karyawan, hingga dosen, untuk ikut rutin melakukan operasi narkoba,” katanya.

Lanjutnya, setelah pihaknya melakukan operasi narkoba secara rutin di kampus, pihak BNN sangat mengapresisasi kegiatan tersebut. Yang dulu hanya kampus anti narkoba saat ini menjadi kampus bebas narkoba.

Selain itu, pihaknya juga selalu menggelar kerjasama bersama BNN melalui seminar, operasi, dan lainya, untuk melaksanakan program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba).

Menurut Edi Noersasongko, banyak sekali mahasiswanya yang memprotes atas peraturan pembatasan seteril jam 11, bahwa mahasiswa menyampaikan jika kampus tidak menyayangi mahasiswanya dengan membatasi waktu. Namun Edi menjelaskan kepada mahasiswanya, bahwa dirinya justru sangat menyayangi mereka, dengan membatasi agar tak terjerumus dalam persoalan narkoba.

“Banyak sekali mahasiswa awalnya memberontak dengan pemberlakuan jam seteril ini, namun dengan adanya ini bahwa kami menunjukkan betapa sayangnya kepada mahasiswa kami agar tak terjerumus dalam narkoba,” terangnya.

Lanjutnya, dirinya juga tak membatasi mahasiswa untuk menggunakan fasilitas kampus, namun menurutnya jika mahasiswa ingin menyelenggarakan kegiatan hingga larut harus membuat surat ijin kepada Dekan, Kaprogdi yang nanti ditembuskan ke rektor, agar seluruh kegiatan tersebut terpantau dan tidak disalah gunakan.

“Menurut BNN kampus merupakan sasaran yang setrategis dan empuk untuk narkoba, apalagi mereka yang ada di kampus ini adalah anak-anak muda,” tambahnya. (BJ06)