Home Hukum dan Kriminal Uang Palsu Dijual Secara Online?

Uang Palsu Dijual Secara Online?

image

Blora, 25/5 (Beritajateng.net)-Dimas Yoga Pratikno (31) harus berurusan dengan polisi. Warga Jalan Pahlawan Nomor 44 RT.01 RW.01 Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo itu diringkus petugas karena kedapatan mengedarkan uang palsu (upal).

Ia ditangkap Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polsek Sambong, Blora sesaat setelah menjalankan aksinya di sebuah warung, Sabtu malam (23/5) sekitar pukul 20.30.

Kapolres Blora, AKBP Dwi Indra Maulana melalui Kapolsek Sambong, AKP Joko Priyono mengatakan, pelaku beraksi bersama seorang temannya yang diketahui bernama Lutfi Agustian Purnomo. Malam itu, mereka membeli rokok di sebuah warung di Dukuh Ngawenan RT.01 RW.04, turut Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong. Kepada pemilik warung, pelaku Dimas menyerahkan satu lembar uang pecahan 100 ribuan, sedangkan rekannya, Lutfi, menunggu di dalam mobil.

Setelah memberikan dua bungkus rokok dan menerima uang dari pelaku, pemilik warung, Setyo Budi Santoso (65) merasa curiga. Ia lalu pergi ke belakang dan menunjukkan uang yang diterima kepada salah seorang anaknya. Setelah diteliti, uang tersebut ternyata palsu. Korban kembali menemui pelaku dan memberikan uang kembalian sebesar Rp. 82.500,-.

Sedangkan anaknya, tanpa sepengetahuan pelaku melapor ke Polsek Sambong. Begitu mendapatkan laporan, petugas dari Polsek Sambong langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dengan dibantu korban yang sudah mengenali ciri-ciri mobil pelaku, polisi pun melakukan pengejaran hingga ke wilayah Kecamatan Jiken. ”Saat itu, pelaku Dimas hendak melakukan transaksi lagi di sebuah warung langsung ditangkap. Sedangkan pelaku lain yang ada di dalam mobil berhasil kabur,” kata AKP Joko Priyono didampingi Kanit Reskrim, Iptu Suyatno, Senin (25/5).

Hingga kemarin, pelaku Dimas masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Sambong. Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang asli sebesar Rp. 82.500,- dan tiga lembar uang palsu pecahan 100 ribuan. Dari hasil penyelidikan sementara diketahui, pelaku telah melakukan aksinya di tiga tempat. Yaitu Bojonegoro, Cepu dan Sambong. Hanya saja, sejauh ini belum ada korban lain yang melapor.

Di hadapan petugas, pelaku Dimas Yoga Pratikno mengaku, mendapatkan uang palsu melalui situs jual beli online. Menurut pelaku, dirinya membeli uang palsu sebesar empat juta seharga Rp2 juta. Setelah terjadi kesepakatan, pelaku mentransfer uang asli sebesar Rp2 juta melalui rekening BCA. Kemudian uang palsu senilai empat juta dikirim melalui paket Garuda Cepu.

“Saya transfer uang asli ke nomor rekening 2741171548 atas nama Sulima. Kemudian saya mengambil paket uang palsu yang dikirim dan mengedarkan berdua,” kata pelaku Dimas.

AKP Joko Priyono mengungkapkan, karena perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 36 ayat 2 dan 3 Undang-undang Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp. 50 miliar. Kini, pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang telah diketahui identitasnya terus dilakukan Polsek Sambong. “Kami imbau, kepada masyarakat agar hati-hati dan waspada dalam melakukan transaksi jual beli. Terutama pada malam hari,” ungkap Kapolsek. (BJ31)