Home Lintas Jateng Tuntut Kenaikan Upah, Pekerja Outsourcing PLN Gelar Aksi Demo

Tuntut Kenaikan Upah, Pekerja Outsourcing PLN Gelar Aksi Demo

Aksi demo digelar ratusan pekerja Outshorching PLN menuntut kenaikan upah.

Semarang, 10/5 (BeritaJateng.net) – Sedikitnya 400 Pekerja Outsourcing PLN se-Jateng kembali melakukan aksi demo, menuntut kenaikan upah di Kantor PLN Distribusi Jateng DIY jalan Teuku Umar Semarang siang ini.

Pada beberapa minggu lalu sebelumnya para pekerja Outsourcing PLN se-Jateng pernah melakukan aksi serupa. Namun pada kali ini mereka kembali melakukan aksi disebabkan tidak ada tindak lanjut dari pihak PLN.

Sekitar 400 Pekerja Outsourcing PLN, yang terdiri dari Rayon Semarang Timur, Semarang Selatan, Demak, Tegowanu dan Purwodadi, bergabung menuntut kenaikan upah. Dengan upah sebesar Rp 1,1 juta x UMK sejak tahun 2012 hingga saat ini dirasakan tidak ada perubahan dan dianggap kurang untuk memenuhi kebutuhan.

Taslim Arif selaku koordinator lapangan dari Rayon Demak mengatakan ia kembali lagi untuk menindaklanjuti tuntutan kemarin, karena setelah beberapa minggu ini tidak ada respon dari pihak PLN.

“Kami datang kembali untuk menindaklanjuti tuntutan kita yang beberapa minggu lalu, karena pihak PLN belum ada respon,” ucapnya.

Pada tuntutan sebelumnya, sejak tahun 2012 hingga sekarang tidak ada perubahan upah gaji bagi petugas PLN dilapangan. Dan petugas lapangan tersebut diantaranya yakni, Baca meter, Pdil dan Tusbung.

“Kami pekerja Outsourcing menuntut kepada jajaran direksi PLN Distribusi Jateng dan DIY untuk dapat memperhatikan nasib kita, bekerja selama 22 hari dengan gaji Rp 1,1 Juta x umk, dirasa gaj tidak berbeda jauh atau setara dengan Cleaning Service PLN. Jika dibandingkan petugas pelayanan teknik (Yantek) sangat jauh dibawahnya dengan perhitungan Rp 1,6 juta perbulan kali UMK,” ucapnya saat berorasi didepan Kantor PLN Distribusi Jateng DIY.

Menurutnya, pada aksi demo minggu lalu, dalam penerimaan aliran uang masuk di PLN sekitar 80 persen, yang dihasilkan dari pekerjaan yang dilakukan pembaca meter. Bahkan dengan sistem kerja multi years atau pemborong lima tahunan masih saja ada vendor nakal dengan tidak hak normatif sebagaimana semestinya.

“Oleh karena itu kami pekerja Outsourcing PLN menuntut perbaikan kesejahteraan kita, diantaranya yakni penghasilan THP yang diberlakukan sebesar Rp1,5 x UMK berlaku ditahun berjalan, kemudian diberikan nya uang sewa motor perbulan sebesar Rp. 300.000,- dan diberikannya BBM dari kantor kepelanggan sebesar Rp. 400.000,- perbulannya,” katanya.

Aksi demo ratusan perkerja  Outsourcing PLN lanjutan tersebut terlihat kondusif dan tak terjadi huru-hara.(BJ06)