Home Nasional Tudingan Ahok Terkait Mahar Politik Partai Bikin PDIP Dan Nasdem Pecah Kongsi

Tudingan Ahok Terkait Mahar Politik Partai Bikin PDIP Dan Nasdem Pecah Kongsi

605

Jakarta, 12/3/16 (Beritajateng.net)– Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan butuh biaya besar jika ingin maju di Pilgub DKI tahun depan melalui partai politik. Setidaknya, Ahok mengestimasi dana senilai Rp 200 miliar untuk bisa diusung parpol.

“Butuh Rp 200 miliar bos. Kamu hitung berapa biaya kalau mau pakai parpol, itu baru satu partai, mana aku punya duit segitu” kata Ahok di Balai Kota, sabtu (12/3).

Ahok menuturkan, dana sebesar itu dibutuhkan untuk membiayai pergerakan pengurus partai di tingkat ranting. Jika di setiap RT ada satu ranting, minimal membutuhkan uang operasional Rp 1 juta per bulan. Maka jika dana tersebut dikali jumlah RT yang ada di DKI yang diperkirakan berjumlah 20.000 lebih, maka dana yang dibutuhkan Rp 200 miliar diperlukan selama setahun.

Tudingan Ahok ini kemudian membuat partai politik meradang. PDIP mengungkapkan kemarahannya kepada Ahok. Bahkan partai koalisinya di pemerintahan NasDem sampai kena semprot. NasDem diketahui telah mendeklarasikan diri mendukung Ahok tanpa syarat sejak bulan lalu.

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira merasa aneh dengan tudingan Ahok ada mahar politik jika ingin diusung lewat parpol. Dari mana Ahok bisa menyimpulkan harus membayar mahar sebesar itu. Lantas Andreas menuding apa Partai NasDem sebagai pendukung Ahok telah menerima Rp 100 miliar.

“Coba cek ke partai yang sekarang sudah usung Pak Ahok. Kalau Pak Ahok berani omong gini jangan-jangan dia sudah bayar Rp 100 miliar ke sana. Coba tanya NasDem, jangan-jangan sudah terima Rp 100 Miliar,” ujar Andreas

Partai Nasdem melalui Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago, membantah tudingan PDIP itu, menurutnya majunya Ahok melalui jalur independen bukan berarti meniadakan fungsi partai politik. Buktinya, kata Irma, NasDem turut sebagai partai pendukung Ahok. Hal tersebut lantaran tak ada ganti rugi atau mahar yang diminta NasDem.

“Enggak ada itu cerita antiparpol, buktinya NasDem juga dukung dia. Hanya saja masalahnya NasDem itu mendukung Ahok tanpa syarat dan tanpa mahar. Kalau yang lain enggak mau mendukung Ahok tanpa syarat dan mahar ya enggak usah ribut juga. Kenapa harus negatif thinking,” tuturnya.

Sebelumnya walikota surabaya Risma, yang juga merupakan salah satu kader PDIP, membantah tudingan ahok terkait mahar politik yang diminta partai PDIP. Risma memastikan proses politik di partainya bersih dari mahar. Oleh karena itu, dia menilai opini yang berkembang di masyarakat, terkait mahar politik tidak benar adanya.

“Jadi gini lho ya, aku itu masuk sama sekali ndak ada uang. mesin partai itu kan bergerak. Kayak aku kemarin itu turun kan ya bareng mereka, sama PAC, sama ranting, tapi ya enggak ada ngomong uang itu,” kata Risma.(Bj50)