Home Ekbis Triwulan 1 2022 Perekonomian di Jawa Tengah Tumbuh 5,16 Persen

Triwulan 1 2022 Perekonomian di Jawa Tengah Tumbuh 5,16 Persen

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra

Semarang, 14/5 (BeritaJateng.net) – Perekonomian Jawa Tengah pada Triwulan I 2022 tumbuh 5,16 persen (yoy) atau lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,01 persen (yoy) meski melambat ketimbang triwulan sebelumnya (5,42 persen; yoy).

Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra dalam keterangan persnya di Semarang, Kamis, meskipun pertumbuhan ekonomi melambat, pertumbuhan positif tersebut mengindikasikan pemulihan ekonomi Jawa Tengah masih terus berlanjut.

“Berdasarkan sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah didorong oleh konsumsi rumah tangga (RT) dan ekspor luar negeri. Sementara itu, dari sisi lapangan usaha (LU), sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi ditopang oleh industri pengolahan, pertanian, serta transportasi dan pergudangan,” katanya.

Dari sisi pengeluaran, lanjut Rahmat, konsumsi RT tumbuh 4,30 persen (yoy) didorong oleh persebaran COVID-19 yang terkendali, peningkatan pencapaian vaksinasi dosis lengkap, dan percepatan vaksin booster.

Kebijakan Pemerintah dan Bank Indonesia juga turut mendorong perbaikan konsumsi masyarakat, antara lain, berupa relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk kendaraan low cost green car (LCGC) sebesar 100 persen.

Selain itu, penetapan kebijakan loan to value (LTV) sektor properti dan kendaraan bermotor yang akomodatif, serta Insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) pembelian properti sebesar 50 persen hingga Juni 2022, juga mampu mendorong konsumsi RT.

Untuk kinerja ekspor luar negeri nonmigas, Rahmat menyebutkan masih tumbuh tinggi yaitu 28,23 persen (yoy), namun lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya (55,43 persen; yoy). Perlambatan ekspor dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas dan perlambatan permintaan eksternal.

“Penurunan kinerja ekspor juga sejalan dengan permintaan yang kembali normal setelah Natal dan tahun baru, serta penurunan daya beli masyarakat dunia di tengah peningkatan inflasi dan eskalasi tensi geopolitik Rusia dan Ukraina,” katanya.

Sementara itu, kinerja konsumsi pemerintah dan investasi mengalami kontraksi pada triwulan laporan. Konsumsi pemerintah terkontraksi sebesar 1,22 persen (yoy). Hal ini disebabkan oleh realisasi transfer pemerintah pusat berupa dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), dana bagi hasil (DBH) yang cenderung rendah.

Hal tersebut dipengaruhi oleh persyaratan penyaluran dana pemerintah pusat yang belum terpenuhi pada Triwulan I 2022. Selanjutnya, investasi terkontraksi sebesar 0,24 persen (yoy), disebabkan oleh kendala pembebasan lahan pembangunan proyek strategis nasional (PSN) seperti tol Semarang-Demak dan tol Solo-Yogya-Kulon Progo.

Dari sisi lapangan usaha, sumber pertumbuhan terbesar PDRB Jawa Tengah berasal dari lapangan usaha industri pengolahan yang tumbuh sebesar 4,53 persen (yoy). Kondisi COVID-19 yang cenderung terkendali dan dukungan kebijakan pemerintah dalam menjaga permintaan domestik turut mendorong pemulihan kinerja industri pengolahan di Jawa Tengah. (Ak/El)