Home News Update Triatmo, Sejarawan Purbalingga Telah Berpulang

Triatmo, Sejarawan Purbalingga Telah Berpulang

Piagam yang pernah diterima Tri Atmo saat ditunjukkan oleh kerabatnya.

Purbalingga, 26/7 (Beritajateng.net) – Salah satu tokoh sejarah Purbalingga, Triatmo telah berpulang ke kadapan Tuhan Yang Maha Esa, Selasa (26/7). Kepulangan almarhum meninggalkan satu orang isteri dan 2 orang anaknya.

Salah seorang putra almarhum, Handoyo (44) mengatakan meninggalnya Alm. Triatmo sangat mengejutkan sanak saudaranya dikarenakan sebelumnya tidak mengeluhkan sakit. Hanya saat akan meninggalnya mengeluh sakit di perut dan tenggorokannya perih.

“Sehari sebelumnya almarhum juga sempat nonton wayang di Desa Candiwulan Kecamatan Kutasari,dan pulang hingga jam 11 malam,” kata Handoyo.

Melihat sosok almarhum, menurut Kapal Bagian Humas setda Purbalingga, Rusmo Purnomo tak lepas dai beberapa tulisan lepasnya di Majalah Derap Perwira (Majalah Pemda). Lewat rubrik tokoh yang disediakan almarhum senantiasa tidak pernah absen menulis.

“Pengetahuan tentang sejarah Purbalingga sangat mendalam, sehingga sering menjadi narasumber bagi kalangan pemerintah dan akademisi,” kata Rusmo.

Banyak buku yang telah ditulis salah satu yang terkenal adalah sejarah Purbalingga yang bekerja sama dengan Bagian Humas. Buku legenda Purbalingga, Buku Ki Arsantaka pendiri Purbalingga. Buku Dablongan dan berbagai tulisan di media.

“Karena buku Sejarah Purbalingga, tahun 2010, Almarhum mendapatkan penghargaan dari Bupati Purbalingga, Bapak Heru Sudjatmoko,” katanya

Rusmo juga menceritakan pada waktu yang lalu almarhum juga pernah bercerita akan membuat buku 100 tokoh Purbalingga. Dimana buku ini akan bercerita tentang orang-orang Purbalingga yang telah sukses baik ditingkat Kabupaten, Propinsi mupun Nasional. Disana juga akan dimuat para tokoh pahlawan asal Purbalingga.

“Yang paling berkesan pada diri Almarhum adalah motor Yamaha Super Deluxe tahun 75 yang selalu dinaikinya,” kata Rusmo.

Selamat jalan Pak Triatmo semoga amal ibadahmu diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa. Budi baik mu akan selalu kami kenang selamanya. (BJ33)