Home Headline Trauma Ditolak Sekolah, Bocah Disabilitas Blora Belajar di Rumah

Trauma Ditolak Sekolah, Bocah Disabilitas Blora Belajar di Rumah

349
Trauma Ditolak Sekolah, Bocah Disabilitas Blora Belajar di Rumah

BLORA, 8/8 (BeritaJateng.net) – Seorang penyandang disabilitas di kabupaten blora, jawa tengah, terpaksa memilih tidak sekolah dan belajar mandiri di rumah.

Kedua orang tuanya terpaksa tidak menyekolahkan karena trauma selalu ditolak sekolah dengan berbagai macam alasan tidak jelas.

Sungguh malang nasib yang dialami Alenda Primavea Dewi (11), keinginannya untuk dapat bersekolah kandas karena keterbatasan fisiknya sejak lahir, Alenda mengidap gangguan di kedua kakinya.

Akibatnya anak ketiga pasangan Adin Puji Utami dan Gimin warga kelurahan bangkle, kecamatan blora kota inipun tidak bisa berjalan, untuk menjalankan aktivitasnya Alenda harus digendong oleh orang tuanya.

Karena keterbatasan fisiknya ini alenda tidak bisa bersekolah. Ibu Alenda, Adin mengaku pada tahun 2019 lalu putrinya tersebut sudah didaftarkan ke sejumlah sekolah, namun selalu mendapat penolakan.

“Trauma mas, dulu 2019, pernah saya daftarkan di Sekolah Dasar setelah lulus Taman Kanak- Kanak (TK). Tidak ditolak sih, tapi tidak disuruh masuk sekolah,” ucap Adin (Minggu, 8/8/1/2020).

Berbagai alasan selalu ia terima mulai harus menyertakan surat psikologi, hingga pernyataan harus mau menunggui anaknya saat sekolah.

Akibat trauma dengan sejumlah penolakan, orang tua Alenda mulai memilih tidak menyekolahkan putrinya itu.

Padahal untuk sekedar baca tulis, Alenda sudah cukup pandai. Kini orang tua Alenda lebih memilih mengajar sendiri putri ketiganya itu.

“Biar belajar dirumah saja, sama kakaknya, pinginya sih disekolahkan tapi takut syaratnya macem – macem,” imbuhnya.

Alenda yang saat ini berusia sebelas tahun inipun memgaku ingin sekali bersekolah, ia kelak bercita-cita ingin jadi guru.

“Pingin sekolah, biar bisa bertemu teman – teman, cita – cita saya pingin jadi guru, biar bisa mengajar,” katanya.

Ibu Alenda sendiri berharap, kaki anaknya bisa sembuh atau paling tidak bisa berdiri dengan alat bantu jalan kruk, biar bisa jalan, dan bisa sekolah seperti kakak kakaknya. (Her/El)