Home Ekbis Transaksi Non Tunai Bisa Cegah Korupsi

Transaksi Non Tunai Bisa Cegah Korupsi

Salah satu transaksi non tunai di sebuah Bank.
Salah satu transaksi non tunai di sebuah Bank.
Salah satu transaksi non tunai di sebuah Bank.

Semarang, 9/3 (BeritaJateng.net) – Bank Indonesia mendorong pemerintah gunakan transaksi nontunai guna menghindari biaya siluman dan penyelewengan anggaran yang mengarah pada tindak pidana korupsi.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bank Indonesia (BI) Kantor Wilayah V Jateng-DIY Marlison Hakim, Senin (9/3/2015). Ia mengatakan, penggunaan transaksi nontunai cukup efektif untuk menekan adanya dana-dana siluman dalam anggaran pemerintah.

“Sehingga BI meminta kepada pemerintah daerah agar lebih mengutamakan transaksi nontunai. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari adanya praktik penyelewengan keuangan negara,” ujarnya.

Lebih lanjut Marlison menjelaskan, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) secara nontunai, maka seluruh transaksi keuangan akan tercatat. Hasilnya, penggunaan transaksi secara nontunai akan membuat anggaran lebih transparan, akuntabel dan efisien.

“Sejak 14 Agustus 2014, BI mulai menggalakkan transaksi nontunai. Di Indonesia, transaksi nontunai baru sekitar 31 persen dari
total pendapatan dan keuangan negara, sementara di negara ASEAN lainnya sudah di atas 50 persen,” pungkasnya. (BJ23)