Home Ekbis Tradisi Nyekar, Berkah Tersendiri Bagi Penjual Bunga

Tradisi Nyekar, Berkah Tersendiri Bagi Penjual Bunga

IMG-20150617-WA0015

Semarang, 17/6 (BeritaJateng.net) – Nyekar (ziarah kubur) sudah menjadi tradisi tersendiri di masyarakat memasuki bulan Ramadhan. Pemandangan tak biasa terlihat di beberapa Tempat Pemakamam Umum (TPU) di Kota Semarang, salah satunya di pemakamam umum Sompok, jalan Sompok Semarang, Rabu (17/6).

Sehari menjelang Ramadhan TPU Sompok banyak didatangi para peziarah. Selain untuk mendoakan, ziarah kubur juga dimanfaatkan untuk menabur bunga sekaligus membersihkan makam. Hal ini mendatangkan berkah tersendiri bagi penjual bunga di sepanjang jalan menuju pemakaman Sompok.

Sementara itu, menurut Ngatimah salah satu penjual bunga di sekitar pemakaman Sompok¬† mengatakan kalau dirinya jauh-jauh dari Bandungan untuk mendapatkan berkah dari tradisi Nyekar ini. “Kulo tebih mas dalemipun, saking Bandungan nitih bis dumugi mriki” ujarnya ketika ditanya dari mana tempat tinggalnya.

Ibu yang sudah berusia kurang lebih 60 tahun ini menawarkan dagangannya dengan beralaskan sebuah karung bekas yang biasa digunakan untuk tempat beras. Sambil berharap ada peziarah berhenti untuk membeli dagangannya, ibu ini memisahkan bunga dagangannya pada kranjang-kranjang kecil.

Lanjut Ngatimah, ia berjualan mulai dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 17.30 WIB. Apabila ramai, ibu Ngatimah bisa membawa pulang uang Rp 300 ribu sampai Rp 350 ribu.

Tidak hanya saat memasuki bulan Ramadhan, di tempat yang sama ibu Ngatimah terkadang berjualan pada setiap Kamis Wage. “Menawi dinten Kamis meniko kadang angsal Rp 200 ribu ngantos Rp 250 ribu” jelasnya ketika ditanya omset yang didapatnya.

Untuk harga satu keranjang kecil dijual dengan harga Rp 5 ribu, sedangkan untuk kranjang besar Rp 10 ribu. “Ingkang alit Rp 5 ribu, menawi ingkang ageng Rp 10 ribu” jelasnya. (Mg-2)